Kerajinan Mainan Kaleng “Tin Toy” Di Yogyakarta

0 174

Kerajinan Mainan Kaleng “Tin Toy” Di Yogyakarta

Cepi Rusli, seorang kolektor sekaligus perajin tin toymenuturkan, kini, banderol mainan asal Eropa dan Jepang mencapai jutaan rupiah. Ia menjajakannya di sekitar Pasar Klitikan di Yogyakarta. Maklum, tin toy dari kedua negara itu menjadi buruan para kolektor. Ini berbeda dengan tin toy buatan China yang marak diproduksi belakangan ini. Menurut Cepi, harga tin toy asal China hanya puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Ini wajar. Sebab, produk itu belum memiliki nilai historis dan mudah ditemui di pasaran.

Menurut dia, banyak kolektor asal Jepang, Eropa, dan Singapura yang bersedia memborong koleksi mainan dari kolektor negara lain. Maklum, para penjual yang mayoritas juga kolektor hanya bersedia melepas koleksinya dengan harga tinggi. Pasalnya, mainan semacam ini memiliki nilai nostalgia yang cukup tinggi.

Cepi bercerita, saat koleksi tin toy-nya mencapai 100 unit, ada seorang kolektor asal Singapura yang ingin memborongnya. Tawaran harganya Rp 125 juta. Toh, dia menampik tawaran itu karena ia nilai terlalu rendah. Ia bersikeras mempertahankan mainan-mainan itu meski sebagian koleksinya telah rusak termakan usia. Kini, koleksinya mencapai 200 buah.

Menurut pengakuan Cepi, dia mengoleksi tin toy bukan sekadar untuk investasi, melainkan lebih karena hobi. Maklum, tin toy menghadirkan imajinasi masa kecilnya ke dalam bentuk yang nyata. Misalnya, tin toy berbentuk pesawat luar angkasa yang unik dan berwarna cerah.

Asal tahu saja, kolektor yang bekerja di sebuah perusahaan investasi ini telah mengoleksi tin toy sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Awalnya, tanpa sengaja, Cepi menemukan kembali mainan masa kecilnya. Sejak itu, ia semakin rajin mengumpulkan jenis mainan langka ini.

Ia menaksir, nilai salah satu koleksi mainan pesawatnya saat ini telah mencapai sekitar Rp 15 juta. Pesawat berukuran 30 sentimeter (cm) x 15 cm itu merupakan tin toy produksi Jepang yang menggunakan tenaga baterai.

Harga beberapa mainan yang lain juga bisa mencapai belasan juta rupiah. Maklum, selama ini, ia rajin berburu mainan bermerek ternama asal Jepang. Di antaranya adalah Marusan Co Ltd, Modern Toys Logo, Nomura, Yoshiya atau Kobe Yoko, Bandai Masuya, Sankei, serta Yonezawa.

Selain itu, masih ada lagi beberapa tin toy merek lain yang populer di era dekade 1940–1950-an. “Saya hanya mengumpulkan yang bentuk dan kualitasnya bagus; dan yang terpenting orisinal,” cetus Cepi. Dengan alasan menjaga unsur keaslian koleksinya, dia tidak pernah memperbaiki mainan kalengnya jika rusak. Karena, ia khawatir akan menghilangkan atau mengganti komponen asli yang terpasang di mainan itu.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/ternyata-mainan-kaleng-zaman-dulu-bernilai-amat-tinggi-1
Comments
Loading...