Kerajinan Mainan Karya Satpam Di Desa Rempoah

0 91

Kerajinan Mainan Karya Satpam Di Desa Rempoah

Menjelang liburan sekolah dan Lebaran, perajin mainan anak-anak tradisional di Desa Rempoah, Kecamatan Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah meningkatkan produksinya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, permintaan mainan anak-anak selalu meningkat hingga 100 persen.

Tarno, seorang perajin mainan anak-anak jenis bajaj mini dan kincir angin, sengaja meningkatkan produksi mainan sejak sebulan terakhir untuk mempersiapkan masa liburan. Bahkan, Tarno yang juga bekerja sebagai penjaga malam (Satpam) di sebuah bank di wilayah setempat sampai harus bekerja lembur membuat mainan anak sembari menjaga bank.

“Kalau malam saya jaga sebagai satpam di BRI Rempoah. Kadang sambil jaga saya lembur buat mainan,” kata Tarno, pemilik usaha mainan anak-anak Nada Toys di Jalan Raya Rempoah, Baturaden ini.

Menurutnya, permintaan akan terus meningkat saat mendekati masa liburan sekolah. Biasanya untuk memenuhi penjual musiman di sejumlah objek wisata. “Kalau saya buat biasanya dijual sendiri, di toko dan saya buka lapak ke Baturaden setiap Sabtu dan Minggu. Jelang liburan dan lebaran kali ini ada yang ngambil dan jualnya Purwokerto, biasanya pedagang musiman pas lebaran aja,” ujar Tarno.

Ia menjelaskan, dari sekian jenis kerajinan mainan anak yang dibuat, miniatur bajaj mini dan kincir angin petruk gareng yang menjadi favorit.

Dalam sebulan, Tarno bisa menyelesaikan hingga 200 unit miniatur bajaj mini serta kincir angin petruk gareng. Kini menjalang liburan, dirinya harus bisa memproduksi mainan anak hingga 400 unit. “Biasanya nanti pedagang musiman yang datang sendiri ke sini untuk dijual kembali,” ujarnya.

Tarno mengungkapkan, harga yang ia patok untuk setiap kerajinan mainan yang ia buat bervariasi, antara lain harga bajaj mini dihargai Rp35 ribu, kincir angin petruk gareng Rp30 ribu, dokar Rp65 ribu, kuda jungkat jungkit Rp120 ribu, kuda keseimbangan Rp20 ribu dan mainan truk miniatur dari berbagai ukuran ia hargai antara Rp70 ribu hingga Rp150 ribu, serta kuda lumping.

“Kalau bajaj miniatur yang produksi dan jual hanya di sini, selain di sini yang jual ya di Pasar Minggu, Jakarta,” ungkapnya.

Ia mejelaskan, awal mula Tarno membuat bajaj miniatur didapatnya dari coba-coba membuat sediri setelah melihat dan mempelajari bajaj miniatur yang dibelinya dari Pasar Minggu, Jakarta. “Dulu iseng-iseng aja buat, ternyata bisa, ya sudah saya produksi aja sekalian,” jelasnya pria yang membuat bermacam mainan anak dari kayu keras ini.

Awal mula Tarno mendirikan usaha kerajinan mainan anak dimulai pada tahun 2008, setelah terinspirasi dari mainan anak-anak semasa kecil yang sudah mulai dilupakan oleh mainan modern yang lebih diminati anak-anak saat ini.

“Dulu itu terinspirasi mainan waktu saya masih kecil. Sejak 2008 saya mulai membuat bersama istri berdua dan sekarang berkembang ke mainan lain,” ungkapnya.

Saat ini untuk melengkapi produk mainan yang dibuatnya sendiri, toko mainannya pun dilengkapi dengan mainan anak-anak lain yang biasa dijual pasaran seperi bola, balon, boneka dan lain sebagainya.

Source http://harian.analisadaily.com http://harian.analisadaily.com/kesra/news/tarno-satpam-rangkap-perajin-mainan/49188/2014/07/20
Comments
Loading...