Kerajinan Mainan Kayu Di Klaten

0 328

Kerajinan Mainan Kayu Di Klaten

Bagi anak-anak, mobil-mobilan atau pesawat terbang mainan adalah benda-benda yang membuat mereka gembira. Namun, bagi Widodo dan Suparwanto, tak sekedar membuat gembira, mainan anak adalah tempat mereka menggantungkan hidup. Di sentra maianan anak Desa Blanciran, Karanganom, Klaten, sekitar 30 perajin mainan menggantungkan hidupnya dari sana.

Bagi Widodo misalnya, ia dan  istrinya sudah sejak tahun 2000 membuat mainan anak dari kayu.  Berkeliling di desa yang bisa ditempuh kurang lebih 30 menit dari Kota Solo itu, memang nampak mainan anak berbahan kayu yang menggunung di teras-teras rumah. Karena sudah menjelang petang, beberapa ada yang ditinggalkan begitu saja karena pegawainya telah pulang, ada juga yang masih digarap perajinnya untuk mengejar setoran. “Kalau saya santai, nggak ngoyo. Rata-rata ya 200-an vespa enam hari selesai. Yang lain, ada juga yang sampai lembur-lembur, biar bisa setor cepat,” ujar Ny Widodo. Dikatakannya, mainan anak yang dibuatnya sudah cukup untuk menghidupi keluarganya. Semua anaknya bahkan sudah lulus SMK.

Seperti juga Suparwanto, ia mengaku bisa menghidupi istri dan ketiga anaknya dari membuat mainan. Ia, yang sedang sibuk memotong bagian ujung mobil VW mini mengaku bisa mendapatkan 1-2 juta rupiah per minggunya. Padahal, menurut Wawan, panggilan akrabnya, bahan baku mainan anak itu murah karena dari kayu sisa mebel. “Untungnya ya bisa dibilang lumayan banyak,” guraunya.

Desa Blanciran memang sudah puluhan tahun dikenal sebagai sentra mainan anak. Awalnya dulu, ada orang desa ini yang jadi pegawai pabrik mainan di daerah Jombor, Klaten. Kemudian dia kembali ke Blanciran dan membuat usaha sendiri. “Jadilah berkembang sampai sekarang, banyak orang yang ikut bikin mainan,” jelas Suparwanto yang juga ketua paguyuban perajin mainan anak Desa Blanciran ini.

Selain itu, industri mainan anak ini juga tidak terlepas dari banyaknya bahan baku yang melimpah dii sekitar lingkungan. “Kalau daerah Klaten kan banyak industri mebel. Jadi bahan baku kita ambil dari kayu sisa mebel,” Diakuinya, dengan begitu, para perajin bisa dapat bahan baku dengan murah.

Dari beragam mainan anak yang dibuat, masing-masing perajin mempunyai spesialisai sendiri-sendiri. Seperti Ny Widodo, “kalau saya memang khusus bikin VW dan vespa. Yang lainnya ada yang bikin pesawat, helikopter, dan becak juga”. Mainan-mainan itu kebanyakan memang alat transportasi. Para perajin membuatnya dengan teliti. Komponen mulai dari kap mobil, roda, bahkan spion dengan ukuran super mini dipasang satu-satu dengan tangan. Menjadi vespa, helikopter, atau VW mini apik yang hampir mirip aslinya.

Para perajin itu, kemudian akan menyetor mainan anak buatannya ketika selesai 200 biji. Ada yang empat hari sekali ada yang enam hari sekali tergantung kecepatan para perajin menggarapnya. Rata-rata, per biji mainan akan dihargai Rp3.000 –Rp4.000.

Source http://duranafisah.blog.uns.ac.id http://duranafisah.blog.uns.ac.id/2016/02/03/membuat-mainan-menyambung-kehidupan/#more-25
Comments
Loading...