Kerajinan Mainan Kitiran Di Jepara Merambah Pasar Asia Tenggara

0 328

Kerajinan Mainan Kitiran Di Jepara Merambah Pasar Asia Tenggara

Kerajinan mainan anak tradisional masih terus berkembang di Desa Karanganyar Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Mainan jenis kitiran berbahan kertas dan plastik ini telah merambah pasar Asia Tenggara. Desa Karanganyar yang berbatasan dengan Kabupaten Demak terpisah oleh sungai ini memang menjadi sentra mainan anak tradisional Kabupaten Jepara. Mayoritas warganya merupakan pengrajin mainan.

Di sepanjang jalan, berbagai kerajinan mainan seperti kitiran, trotokan atau sorongan, serta hewan-hewanan (ikan lele, tikus, buaya dan lainnya), dipajang di toko-toko. Selain itu, beberapa proses pembuatan menjadi pemandangan yang menarik.

Ketua Kelompok Perajin Kitiran (KPK) Mekar Jaya Desa Karanganyar, Sumarno menuturkan kerajinan kitiran merupakan yang tertua dari kerajinan lain yang diproduksi di desanya. Selain itu, menjadi andalan dan pasarnya hampir di seluruh Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara. Dalam tiga sampai empat bulan sekali, pengiriman kitiran ke Malaysia dilakukan setengah kontainer. Bertahannya kerajinan mainan anak tradisional di tengah deras kecanggihan teknologi lantaran beberapa hal.

“Harganya yang terjangkau dan kualitas tetap menjadi hal yang utama dalam membuat kerajinan ini. Dan, keyakinan kami, rejeki sudah ada yang mengatur,” paparnya. Untuk harga kitiran mulai dari Rp 1.100 hingga Rp 2.100 per buah, tergantung bahan dasarnya. Sedangkan sorongan atau trotokan Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per buah.  “Kalau hewan-hewanan Rp 1.300 hingga Rp 2.000. Itu harga dari sini, lain kalau sudah dijual di pasaran,” imbuhnya.

Sumarno menceritakan, kerajinan mainan anak tradisional menjadi industri warga setempat, awalnya dibawa oleh seorang bernama Mudi dan Sanusi. Kedua warga Desa Karanganyar ini dulunya adalah penjual mainan bebek yang terbuat dari lilin di sekitar Taman Budaya Sriwedari Solo. “Nah, saat jualan di sana, keduanya melihat ada yang jual kitiran. Akhirnya dibeli dan diadopsi di sini. Itu sekitar tahun 70-an. Akhirnya berkembang di desa ini,” ungkapnya.

Disampaikannya, tahun 2010 Pemerintah Kabupaten Jepara menetapkan Desa Karanganyar sebagai Sentra Industri Mainan Anak Tradisional Kabupaten Jepara. “Selain kualitas, kami punya pedagang atau pemasar yang bagus. Mereka ada dimana-mana, hampir di tiap pulau di Indonesia,” pungkas dia.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3699946/kitiran-mainan-anak-anak-dari-jepara-rambah-asia-tenggara?_ga=2.110729861.1231937105.1524013499-1302190192.1524013499
Comments
Loading...