Kerajinan Mainan Telolet Bambu Di Gunungkidul

0 329

Kerajinan Mainan Telolet Bambu Di Gunungkidul

Di era modern ini rupanya cukup membuat pengrajin dolanan (mainan) anak harus memlintir otak. Bagaimana tidak, jika para pengrajin hanya meracik dolanan tradisional secara monoton saja, maka bisa dipastikan perut mereka dan keluarganya bakalan kosong setiap harinya. Pengrajin harus mampu meramu dolanan modern meskipun memakai bahan seadanya. Seperti yang dilakukan oleh Katim, warga Padukuhan Ngepoh, Desa Semin, Kecamatan Semin.

Laki-laki 31 tahun tersebut memadukan dolanan era modern dengan tradisional. Ialah Telolet Bambu. Dengan suara mirip telolet bus malam, Katim menciptakannya dengan bambu muda yang hanya didapat dari sekitar rumahnya.

Bambu kecil dipotong sepanjang 15 Cm, dilubangi seperti seruling dan di ujungnya dikasih karet balon,” jelas Katim saat ditemui sorotgunungkidul.com di rumahnya.

Cara memainkan dolanan telolet bambu, dijelaskannya, lubang yang sudah disiapkan di bagian depan bambu ditiup sedangkan lubang seperti seruling ditutup memakai jari tangan. Dengan begitu, bunyi telolet seperti klakson bus malam bisa dikeluarkan sesuai dengan selera.

Kalau bus malam kan tombol kalau mau dapat bunyi variasi, kalau telolet bambu cukup buka tutup lubang dengan jari saja. Tanpa setrum, dan hanya ditiup,” bebernya. Katim menerangkan produksi dolanan anak mengalami pasang surut lantaran jenis-jenis dolanan anak musiman atau mengikuti trend.

“Kalau saat ini paling banter pemesanan dolanan anak jenis telolet bambu,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebagai pengrajin dolanan anak telolet bambu memang cukup menjanjikan, jika pesanan banyak dalam sehari bisa memproduksi 200 buah.

“Kalau pas pesanan banyak ya lumayan, tetapi terkadang jika tak ada sama sekali ya nganggur. Telolet bambu harganya cukup murah, hanya 20 ribu rupiah,” imbuh dia.

Lanjutnya, untuk bisa memasarkan hasil kerajinannya Katim juga harus keliling keluar masuk desa di berbagai kecamatan. Tak dipungkirinya bahwa dolanan buatannya kalah dengan dolanan modern, namun kerajinan bambu karyanya masih memiliki penggemar tersendiri.

“Ya memang kadang ada pasang surutnya, sebagai pengrajin kita jalani saja rejeki sudah ada yang ngatur,”ucapnya.

Dolanan anak saat ini memang cukup sulit dijumpai di tempat-tempat perbelanjaan atau toko-toko modern. Wajar karena anak-anak jaman sekarang banyak yang sudah tidak melirik dolanan berbahan tradisional tersebut. Namun, khusus di Gunungkidul masih sering ditemui di acara budaya, event rasulan, pagelaran wayang orang atau wayang kulit.

Source http://gunungkidul.sorot.co http://gunungkidul.sorot.co/berita-92515-telolet-bambu-andalan-baru-pengrajin-dolanan-bocah.html
Comments
Loading...