Kerajinan Mainan Tradisional Di Bantul

0 304

Kerajinan Mainan Tradisional Di Bantul

Usia senja tidak menghalangi seseorang untuk tetap menghasilkan sebuah karya. Salah satunya adalah Simbah Atemo Wiyono. Di usia 75 tahun dia tetap bekerja sebagai pengrajin dolanan (mainan) anak tradisional.

Sejak usia muda Simbah Atemo telah menekuni pekerjaannya sebagai pembuat mainan tradisional. Dari bahan sederhana yang didapat dari sekitar rumahnya, setiap hari dirinya membuat dolanan dari bahan kertas, bambu, kawat dan lem. Dolanan anak yang dihasilkan adalah otok-otok, wayang kertas , burung dan sangkarnya, kitiran, dan kipas kertas.

Untuk harga, mainan ini dijual sangat murah. Untuk pembeli eceran satu mainan hanya dihargai Rp.3.000. Jika permainan membutuhkan banyak bambu maksimal dihargai Rp.5.000. Pembeli borongan atau dalam jumlah banyak simbah akan memberikan potongan harga.“Ini saja pekerjaan saya, gampang , bisa dikerjakan sambil momong (menemani) cucu,” tuturnya.


Dolanan yang dihasilkan Simbah Atemo tidak setiap hari laku, karena saat ini jarang anak – anak yang memainkan dolanan tradisional. Jika ada acara Sekaten, pameran, atau acara seni, barulah dagangannya laku. Penjual akan mengambil dagangannya untuk dijual kembali.

Sebenarnya di Desa Pandes, Sewon, Bantul tidak hanya Mbah Atemo saja yang menjadi pengrajin, ada puluhan pengrajin dolanan anak lainnya. Untuk itu desa yang terletak lima kilometer dari pusat Kota Jogjakarta ini disebut sebagai Desa Wisata Dolanan Anak.

Simbah Atemo bercerita dolanan anak miliknya sempat menjadi mainan yang paling dicari oleh anak Рanak di tahun 80 hingga awal 90an. Namun sesudah itu mainan ini seperti hilang pamornya. Baru sekitar empat tahun lalu  mainan tradisional ini mulai dilirik banyak orang.

Dia menuturkan saat ini tidak hanya warga Jogja saja yang membeli , namun juga berasal dari luar kota untuk disimpan atau dijual. Jika pesanan banyak dalam sehari simbah mampu menghasilkan seratus buah mainan. Pekerjaan itu dia kerjakan sendiri. Alasannya anak atau menantunya tidak menyukai pekerjaan menjadi pengrajin dolanan tradisional.

Saat ini Mbah Atemo berharap pemerintah banyak mengadakan kegiatan atau pameran budaya, sehingga anak – anak dapat mengenal dan kembali memainkan dolanan tradisional.

Source http://www.konde.co http://www.konde.co/2017/03/Simbah-Artemo-Setia-Dengan-Dolanan-Tradisional.html
Comments
Loading...