Kerajinan Manik Di Kapuas Hulu

0 36

Kerajinan Manik Di Kapuas Hulu

Kerajinan manik sudah jadi bagian tradisi warga Suku Dayak Tamambaloh di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Setelah dua jam naik kendaraan dari Putussibau ke arah Taman Nasional Danau Sentarum atau Kampung Baru Lanjak, Kecamatan Batang Lupar, terdapat galeri bernama Kelompok Swadaya Masyarakat Unit Koperasi. Galeri berada di Jalan Lintas Utara, Dusun Ukit-Ukit, Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu.

Ketika ditemui wartawan, Ketua Belekam, Hilaria (37), menceritakan awal mula membangun galeri. Keberadaan galeri berkat sentuhan World Wide Fund for Nature Indonesia.

“Ini galeri kerajinan khusus menampung kerajinan yang ada di Desa Labian dan sekitarnya. Ini inisiatif dari kita, karena ketika kita buat kerajinan nggak ada tempat untuk menampung jadi pembelinya susah,” ujar Hilaria

Kerajinan yang dikelola masyarakat Desa Labian menggunakan bahan baku yang berasal dari hutan zona penyangga kawasan konservasi TNBK dan TNDS. Pola pemanfaatan bahan baku tidak sampai merusak alam.

Hiasan manik menggunakan bahan baku seperti biji-bijian (arare). Biji ini tahan lama dan keunikannya memiliki berbagai warna.

Bagi kepercayaan masyarakat Tamambaloh, manik memiliki nilai sakral.

Masyarakat adat sangat mahir membuat kerajinan manik dengan motif ukir asli warisan nenek moyang. Hal ini terlihat dengan hasil kerajinan yang beragam dan berkualitas tinggi.

Berkat tangan-tangan terampil, manik-manik tersebut kemudian disulap menjadi anyaman tas, syal, gelang, dan kalung. Masih banyak lagi jenisnya.

“Harga murah mulai Rp5.000 itu gelang. Yang paling mahal misalnya Syal, itu dimulai dari Rp120-130 ribu terbuat dari biji-bijian (arere). Ciri khas kerajinan Dayak Tamambaloh bahannya kita menggunakan dari bahan alami,” kata Hilaria.

Berkat adanya galeri sebagai tempat untuk memasarkan kerajinan, perekonomian warga sedikit demi sedikit bertambah.

“Ada tambahan ekonomi di keluarga. Kalau manfaat istilahnya melalui kegiatan seperti ini pengalaman juga, kita dapat sesuatu yang baru,” katanya.

Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang telah berkunjung ke galeri. Ada yang datang dari Malaysia, Australia, dan Jerman.

“Kita dapat pesanan gantungan kunci dan gelang dari Jerman, 500 pesanan yang akar. Wisatawan banyak juga yang asing pada datang,” kata Hilaria.

Produksi diolah usaha kecil milik masyarkat sebagai penghasilan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga. Sejauh ini baru ada 19 orang ibu-ibu yang tergabung di Belekam.

Anggota yang tergabung di Balekam berhak menaruh hasil kerajinannya di rumah galeri, apabila kerajinan itu laku terjual, petugas akan mencatat produk (kode pengrajin) yang laku.

Untuk pengrajin di luar anggota Belekam dikenakan potongan 10 persen dari harga dia jual kerajinan. Uang itu nantinya akan masuk ke kas Belekam. Kalau untuk anggota Belekam sendiri tidak dikenakan potongan apabila kerajinannya laku terjual di galeri.

Anggota Belekam dengan senang hati berbagi ilmu kepada mereka yang mau belajar menjadi pengrajin manik.

Source https://www.suara.com https://www.suara.com/news/2016/06/03/073100/hadiah-tuhan-berkah-biji-pohon-arere-buat-warga-desa-labian
Comments
Loading...