Kerajinan Manik Manik Di Jayapura

Kalung Manik
0 148

Kerajinan Manik Manik Di Jayapura

Tumpukan pasir pantai bercampur batu-batu dan kerang berukuran kecil atau dikenal bia-bia di korek-korek menggunakan alat seadanya. Adalah Mama Claresia, perempuan paruh baya asal Papua, yang datang di Kota Jayapura, sedang mengumpulkan bia-bia yang hanyut ke pantai terbawa air laut.

 

Mama Claresia mengumpulkan bia-bia atau kerang berukuran kecil ini di pantai dok 2 Jayapura, depan Kantor Gubernur Papua. Disinggung harga jual manik-manik dari bia-bia, misalnya tas noken khas Papua, dibanderol dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Meski penghasilan tidak menentu, hasil penjualan dari bia-bia yang bermotif khas ini cukup menggiurkan.

“Setiap bulan hampir sama dengan gaji pegawai negeri. Iya hampir sama. Apalagi saat festival budaya, orang luar negeri, orang Jakarta mereka belinya banyak,” kata Claresia sambil tersenyum simpul. Hal senada juga diungkapkan Mama Agnes yang ikut mencari bia-bia, yang sudah menikmati rupiah dari hasil kerajinan manik-manik menggunakan bia-bia.

“Bisa membantu kebutuhan ekonomi keluaga. Duduk-duduk sambil buat kerajinan sudah menjadi hobi saya,” kata Agnesia yang juga perempuan asal Kabupetan Asmat.

Source https://www.pasificpos.com https://www.pasificpos.com/item/24754-ada-rupiah-di-manik-manik-khas-papua
Comments
Loading...