Kerajinan Manik-manik Karya Napi Di Pondok Bambu

0 200

Kerajinan Manik-manik Karya Napi Di Pondok Bambu

Walau harus hidup di ruangan sempit dan bertralis besi, bukan berarti para warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur tidak bisa berkarya dan berkreasi.

Mereka masih bisa berkarya menghasilkan produk-produk kerajinan tangan dengan kualitas yang baik dan banyak diminati para tamu undangan yang tengah berkunjung ke rutan. Di bengkel kerja yang berada di lantai dua rutan tersebut, ratusan warga binaan silih berganti mengisi waktu mereka dengan berbagai kegiatan seperti menjahit, menyulam, hingga membuat kerajinan mote dan manik-manik.

Belakangan kerajinan yang tengah digandrungi warga binaan yakni kerajinan mote dan manik-manik. Dengan telaten mereka merangkai mote dan manik-manik menjadi hiasan, tas, tempat tisu, dompet dan lainnya.

Di bengkel kerja tersusun rapi box-box plastik berisi mote dan manik-manik dengan beragam warna serta model. Tidak hanya itu, baik senar plastik pun bahan-bahan lainnya tersedia disana.

Selain dipenuhi berbagai bahan kerajinan, di bengkel kerja terdapat juga hasil kerajinan mote dan manik-manik yang sudah jadi dan siap jual‎.

Biasanya di ruang kerja ini, para warga binaan bisa menghabiskan waktu berjam-jam karena asyik membuat kerajinan sambil ngobrol santai satu dengan lainnya. Namun apabila sedang malas, maka para warga binaan bisa juga mengerjakan kerajinan tangan di sel mereka masing-masing.

Gita warga binaan Rutan Pondok Bambu‎ mengaku senang bisa mengisi waktu dengan membuat kerajinan tangan merangkai mote dan manik-manik. Menurutnya banyak kegiatan positif yang bisa dilakukannya di bengkel kerja.

“Awalnya saya tidak pernah tertarik sama yang namanya kerajinan tangan. Tapi pas saya disini, saya liat napi yang lain pada sibuk merangkai mote. Lama-lama iri dan ingin belajar, akhirnya bisa,” kata perempuan yang tersandung kasus narkoba ini.

Gita melanjutkan dengan belajar merangkai mote dan manik-manik, kini ia bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Karena apabila kerajinannya laku terjual, Gita bisa mendapatkan persenan.

Biasanya dari satu hasil karya miliknya yang terjual‎, Gita mendapat bagian Rp 10-20 ribu. Dan dalam sebulan, Gita yang sudah 11 bulan menjalani masa hukuman itu bisa mendapat uang Rp 100-150 ribu.

“Jadi termotivasi juga, karena kalau hasil karya kita laku, dapat uang juga. Lumayan kan bisa buat jajan. Dan bisa jadi bekal juga nanti kalau keluar dari sini (rutan), kita punya keahlian baru,” tambahnya.

Source http://jambi.tribunnews.com http://jambi.tribunnews.com/2015/10/11/ini-aktivitas-dan-yang-digandrungi-napi-perempuan-di-lapas?page=2
Comments
Loading...