Kerajinan Mebel Bangku Sekolah Di Sukabumi

0 302

Kerajinan Mebel Bangku Sekolah Di Sukabumi

Saat memasuki tahun ajaran baru, sejumlah industri mebel sekolah di beberapa daerah mengenjot produksinya. Tak hanya di Jakarta, para perajin mebel sekolah asal Sukabumi, Jawa Barat juga berharap derasnya pesanan meja kursi sekolah pada tahun ini.

Burhanudin yang memfokuskan usahanya pada pembuatan mebel sekolah menuturkan prospek usaha mebel ini masih sangat baik. Apalagi jika tahun ajaran baru tiba banyak pesanan yang datang padanya.

Usaha yang dibangun Burhanudin merupakan kelanjutan dari usaha sang ayah sejak tahun 1993 silam. Pesanan mebel sekolah tak hanya datang dari sekolah-sekolah, justru mayoritas berasal dari rekanan pemerintah daerah (pemda). Perbandingannya 80% dari rekanan dan 20% dari sekolah.

Karena pangsa pasar utamanya adalah rekanan tender, maka dalam setahun paling tidak ada dua kali pembelian secara besar-besaran yakni antara bulan Mei sampai Juni, serta di akhir tahun yakni pada bulan November.

Pemain lain dalam usaha mebel sekolah asal Sukabumi Jawa Barat adalah Burhanudin lewat PD Padasuka. Ia juga kebanjiran pesanan. Padasuka telah beroperasi sejak tahun 1994 silam. Sama halnya dengan Anjas, mayoritas produk mebel buatan Burhanudin menggunakan bahan baku kayu jati.

Namun, tidak menutup kemungkinan juga ia menggunakan kayu mahoni, serta kayu buah-buahan seperti rambutan dan kelengkeng. “Kalau untuk bahan baku saya tinggal ikut pesanan pembeli,” tutur Burhanudin.

Sementara Burhanudin menerima pesanan dalam jumlah melimpah pada masa tahun ajaran baru di bulan Juni. Jika Burhanudin pasar utamanya berasal dari rekanan pemda, pasar penjualan mebel sekolah Burhanudin kebanyakan berasal dari sekolah-sekolah swasta yang ada di Sukabumi.

Burhanudin membanderol mebel sekolah produksinya dengan harga bervariasi, mulai Rp 300.000 sampai Rp 1,5 juta. Misalnya satu stel meja dan kursi SD harganya Rp 300.000. Sedangkan mebel untuk SMP dan SMA harganya sedikit lebih mahal yakni Rp 400.000.

Burhanudin bisa mendapatkan omzet Rp 200 juta per bulan. Jika tahun ajaran baru tiba, omzet tersebut bisa berlipat menjadi Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar.

Walau tingkat produksinya Burhanudin bisa meraup omzet Rp 25 juta per bulan. Pendapatan ini juga bakal mengembang hingga Rp 100 juta ketika banyak pesanan yang datang padanya.

Burhanudin pun menawarkan mebel sekolah dengan harga antara Rp 500.000 hingga Rp 3 juta. Satu set meja dari kayu jati berukuran 120 x 60 x 80 cm harganya Rp 500.000. Sedangkan lemari kelas berbahan kayu mahoni harganya Rp 2 juta. Lemari berbahan kayu jati harganya Rp 3 juta.

Source Kerajinan Mebel Bangku Sekolah Di Sukabumi peluangusahakontan
Comments
Loading...