Kerajinan Mebel Di Pesisir Selatan

0 200

Kerajinan Mebel Di Pesisir Selatan

Menggeluti usaha sebagai perajin mebel dengan keterbatasan fisik jarang dilakoni orang. Febri Wiyardi, salah satu perajin mebel di Kampung Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan (Pessel). Selain memiliki keterbatasan fisik, ia juga memiliki keterbatasan modal.

Siar, begitu panggilannya, dengan keterbatasan fisiknya, bertahan menghadapi persaingan pasar mebel. Di Usaha Mandiri, nama tempat usahanya, ia memproduksi mebel.

“Semangat untuk bisa maju sebagai pengrajin mebel di tengah keterbatasan fisik, memang terus menggebu di hati saya. Walau kadangkala semangat itu bisa menghilang akibat keterbatasan modal. Tapi selalu saya lawan dengan harapan suatu saat usaha saya ini bisa menjadi besar, dan hidup menjadi lebih berarti karena tidak dipandang remeh oleh orang lain,” ujarnya.

Walau usaha tersebut sudah digelutinya secara mandiri sejak tiga tahun lalu, namun akibat keterbatasan modal membuat  usahanya tidak bisa berkembang.

“Usaha mebel ini saya buka sejak empat tahun lalu, tapi tidak mengalami kemajuan yang berarti akibat dari keterbatasan modal. Hingga saat ini saya masih menggunakan peralatan manual, seperti gergaji, mesin pahat dan alat pres, kecuali mesin katam. Untuk membeli berbagai alat-alat itu, saya membutuhkan modal yang besar,” jelasnya.

Jika orderan yang masuk tidak bisa selesai dalam waktu singkat, kata Siar, penghasilan yang didapatnya dari pesanan pelanggan menjadi pas-pasan pula. Akibatnya, ia tidak sanggup membeli berbagai peralatan kerja, seperti mesin gergaji, mesin pahat, mesin pres dan lainnya, kecuali satu unit mesin katam yang ia gunakan itu.

Dalam sebulan, Siar mendapatkan laba bersih sekitar Rp1,6 juta, di luar membeli kayu dan kebutuhan lainnya untuk membuat mebel. Keuntungan tersebut tidak tetap ia dapatkan dalam sebulan. Kadang kurang dari itu, kadang sama sekali ia tak mendapatkan apa-apa karena tak ada yang memesan untuk membuat mebel.

Ia berharap  ada bantuan dari pemerintah berupa peralatan mesin gergaji dan lainnya, sebab dengan berbagai peralatan itu, ia yakin usahanya tersebut akan bisa berkembang. Ia yakin karena dengan kondisi serba terbatas saja ia mampu mempekerjakan dua orang karyawan.

“Dengan memiliki dua orang karyawan sebagai mana saat ini, berbagai barang kebutuhan rumah tangga dan perkantoran mampu kami produksi, walau dalam jumlah terbatas, seperti lemari, meja, kursi, jendela, pintu, tempat tidur, bahkan juga kotak speaker. Yang diminta pelanggan akan kami sanggupi,” imbuhnya.

Source https://www.harianhaluan.com https://www.harianhaluan.com/news/detail/48493/febri-wiyardi-bertahan-jadi-pengusaha-mebel
Comments
Loading...