Kerajinan Mebel Kayu Karya Difabel Di Bantul

0 267

Kerajinan Mebel Kayu Karya Difabel Di Bantul

Sejumlah penyandang cacat yang diwadahi Yayasan Penyandang Cacat Mandiri Craft, KM 7,5 Jalan Parangtritis, Sewon, Bantul, terlihat sedang mengerjakan kerajinan yang terbuat dari kayu. Mulai dari kursi, mainan anak-anak, dan alat peraga pendidikan (puzzle, alat hitung, dan lain-lain).

Seluruh produksi karya kerajinan tersebut saat ini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bahkan kerajinan tersebut telah menembus pasar ekspor yakni ke Australia, Jepang (Asia), dan Eropa.

Di tempat ini, ada 44 orang yang seluruhnya adalah penyandang cacat mulai tunadaksa, tunarungu wicara, dan tunagrahita. Mereka bertugas sesuai kompetensi yang dimiliki, yakni bagian desain, produksi, hingga staf pemasaran.

Meskipun fisik dan mental tak sempurna, para difabel tersebut tidak patah arang untuk berkarya hingga mampu mencukupi kebutuhan ekonomi dirinya secara mandiri.

Ketua Yayasan Penyandang Cacat Mandiri Craft, Tarjono Slamet menuturkan, setiap bulan jumlah produksi yang dihasilkan mampu mencapai 3.000 pcs. Sedangkan ekspor yang dilakukan tiga bulan sekali biasanya mencapai 7.000 pcs.

Yayasan yang sudah berdiri sejak tahun 2003 ini, awalnya memang menemukan kendala memberikan pendampingan ketrampilan pada penyandang difable. Sebab, mereka memiliki keterbatasan, baik dari fisik maupun mental.

“Jadi perlahan kita melakukan pendampingan dengan hati-hati dan sabar. Kenyataannya meskipun mereka tidak sempurna, mereka mampu menghasilkan karya yang baik,” kata Slamet yang juga penyandang difable.

Dari seluruh penyandang cacat yang pernah ikut di Yayasan ini, kini sudah banyak yang mengembangkan usaha sendiri. Seperti ada seorang difable yang mengembangkan usaha menjahit. Bahkan sudah memiliki sejumlah karyawan.

Adapun dari 44 orang difable tersebut, bukan hanya berasal dari wilayah Bantul, namun juga berasal dari berbagai daerah di DIY, bahkan hingga luar DIY seperti Solo, Pemalang, dan Banyuwangi Jawa Timur.

Pihaknya pun berkesimpulan bahwa memang kebanyakan paradigma yang berkembang di masyarakat, seorang penyandang cacat dipandang sebelah mata. Namun jika mereka diberikan pendampingan yang baik, karya yang dibuat penyandang cacat tidak kalah jauh dengan orang normal pada umumnya.

Terkait peran pemerintah, Slamet mengungkapkan, sejauh ini peran pemerintah Provinsi DIY dalam memberikan pendampingan sudah cukup baik. Meskipun pelaksanaannya masih banyak kekurangan yang dirasakan oleh para difable di sini.

Source http://jogja.tribunnews.com http://jogja.tribunnews.com/2013/12/03/karya-para-difable-bantul-mampu-bersaing-di-pasar-internasional
Comments
Loading...