Kerajinan Meja Lipat Di Solo

0 288

Kerajinan Meja Lipat Di Solo

Mardiono hanya seorang bapak yang sangat biasa. Bertahun-tahun hidupnya pas-pasan karena tidak memiliki kemampuan khusus dan pendidikan yang tidak memadai. Lalu suatu hari Mardiono punya ide: menjual meja lipat yang bisa digunakan anak-anak Balita untuk belajar itu.

Yang unik adalah, Mardiono melihat mejalipat itu menjadi menarik karena berbgai gambar karakter kesukaan anak seperti tokoh kartun dan film anak yang lain. Mardiono punya ide lebih unik lagi yakni, bentuk permukaan meja disesuaikan dengan bentuk gambar tokoh atau karakter yang ditempel di sana.

Dengan modal Rp. 500 ribu Mardiono membuat 30 buah meja lipat unik seperti yang dia bayangkan lalu mulai menjualnya secara langsung dengan membuka gerai ‘dadakan’ pada acara-acara yang mengundang kerumunan orang. Car Free Day di Solo adalah salahsatu even yang dia pilih-nya karena banyaknya pengunjung. Tetapi penjualan di acara itu ternyata tidak sesuai harapannya. Paling banter meja yang dibandrol Rp. 50 ribu per buah itu hanya terjual 10 buah saja.

Melihat penjualan yang tak juga membaik itulah anak Mardiono lalu mengatakan pada bapaknya untuk menjual meja uniknya lewat online yakni dengan memasang produknya pada beberapa toko online. Dibantu anaknya, meja-meja itu juga dijual melalui media sosial seperti Facebook Instagram dan sebagainya.

Hanya dalam hitungan hari, meja-meja buatan Mardiono itu memincut banyak orangtua yang memiliki anak Balita. Tak hanya tertarik, orang-rang yang melihat meja secara online itu juga mulai memesan meja-meja untuk anaknya. Ide Mardiono yang sederhana itu ternyata menjadi magnit yang menarik bagi para pembeli.

Hanya dalam beberapa minggu, penjualan meja lipat unik melalui online terus membludak. Jika waktu dijual offline Mardiono kesulitan menjual 10 biji meja, kini dalam sehari dia menerima pesanan sebanyak 200 buah meja. Jika dulu Mardiono bingung mencari pembeli, sekarang sebaliknya, Mardiono yang kewalahan memenuhi besarnya minat para pembeli. Mardiono bahkan mengalami kesulitan memenuhi pesanan pembeli. Pasalnya, meski bukan barang yang mahal tetapi meja ini hanya bisa dibuat secara manual yakni menggunakan keahlian tangan para tukang kayu sehingga produksinya maksimal hanya 75 buah meja. Alhasil, para calon pembeli musti sabar menunggu giliran mendapatkan produknya.

Pengalaman Mardiono membuktikan bahwa memasarkan produk melalui online sesungguhnya bisa dilakukan siapa saja dengan jenis produk yang tak harus mahal. Bahkan dengan modal beberapa ratus ribu saja isa menjadi usaha berskala raksasa. Yang terpenting adalah produk itu harus memiliki daya tarik yang unik bagi para calon pembelinya.

Source http://www.berdesa.com http://www.berdesa.com/kisah-sukses-berjualan-online-meja-lipat-lucu/
Comments
Loading...