Kerajinan Menarik Dari Bambu Apus Di Wonosobo

0 245

Kerajinan Menarik Dari Bambu Apus Di Wonosobo

Juan, demikian nama seorang produsen kerajinan anyaman bambu. Hanya itu memang sesuai yang tertera di dalam kartu tanpa penduduk (KTP)-nya. Dalam kesehariannya ia memproduksi kerajinan anyaman bambu di rumahnya yang terletak di Dusun Binangun Kelurahan Mudal Kecamatan Mojotengah, Wonosobo. Usaha industri rumahan ini sudah dijalankannya sejak 2014 lalu.

Berawal dari pekerjaannya yang malang melintang ke daerah-daerah lain hingga ibu kota. Ia melakoninya dengan bekerja serabutan, tetapi susah mendapatkan hasil yang sepadan. Pemuda lulusan SMA ini kemudian mengikuti pelatihan di Balai Pelatihan Koperasi (Balatkop) dan UMKM di Semarang. Pembekalan yang didapatnya semasa pelatihan itu memberinya motivasi lebih untuk berkarya dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.

Kebetulan di sekitar wilayah Dusun Binangun tempatnya tinggal, rumpun bambu tumbuh melimpah. Berangkat dari itu Juan mulai mengolah bambu menjadi produk kerajinan kecil-kecilan. Bekal ketrampilannya sendiri ia peroleh dari Kusnandar, ayahnya yang juga merupakan tokoh masyarakat Aboge di Wonosobo, dan secara turun temurun memang telah memiliki kemampuan dalam hal mengolah bambu.

Bahan baku bambu tali atau bambu apus yang diperolehnya dari lingkungan sekitar di desanya, lantas diolahnya menjadi produksi kerajinan yang menarik minat banyak konsumen. Ini dibuktikan dari banyaknya pesanan baik yang berasal dari konsumen lokal kabupaten mau pun yang berasal dari luar kota. Beberapa produk kerajinan kriya dari bahan bambu nampak menumpuk di rumahnya.

Produk-produk itu termasuk pesanan anyaman kotak buah dari Jakarta, anyaman kotak untuk coklat pesanan dari Boyolali, anyaman kotak telor asin dari Purbalingga, serta anyaman kemasan pot bunga berdiri dari Kebumen. Di luar melayani segala pesanan itu, Juan juga terus mengembangkan kreasi anyamannya. Seiring kebutuhan pasar ia memproduksi anyaman bambu untuk kemasan kopi bubuk, kemasan anyaman botol madu, lampu duduk dan lainnya.

Terakhir kali sewaktu suaramerdeka.com mengunjungi rumahnya, Juan tengah mengerjakan pesanan dari Kedutaan Besar Swiss untuk membuat kemasan tempat batik dari anyaman bambu. Ia mengaku senang mendapatkan pesanan itu, tetapi juga ketar-ketir jika tidak mampu memenuhi omzet pemesanan yang ada. Maklumlah usaha yang ia geluti ini hanya ditanganinya berdua dengan istrinya, serta masih dengan peralatan seadanya.

“Kalau saja kami sudah memiliki mesin irat bambu, tentu produksi kerajinan bisa lebih ditingkatkan. Bahkan tenaga kerja di sekitar lingkungan juga bisa dilibatkan. Tetapi apa pun kondisi yang ada kami akan terus berupaya, karena membuat anyaman kriya dari bambu sudah merupakan nafas kehidupan kami sehari-hari. Semoga ke depan semakin bisa memberikan banyak dampak positif bagi lingkungan desa saya ini,” harap Juan.

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/news/baca/132383/bahan-bambu-apus-disulap-jadi-kerajinan-menarik
Comments
Loading...