Kerajinan Miniatur Bus Di Bojonegoro

0 298

Kerajinan Miniatur Bus Di Bojonegoro

Usaha pembuatan miniatur bus memiliki propek yang cukup bagus. Warga Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk, Bojonegoro Yudianto salah satu orang yang menggeluti usaha itu. Hasilnya, dalam sebulan omzetnya mencapai Rp 5 juta sampai Rp 7 juta.

 Sinar matahari bersinar terang kemarin. Setelah sehari sebelumnya hujan turun dengan begitu lebatnya. Terik matahari itu tidak disia-siakan oleh Yudianto. Dia langsung mengeluarkan minimatur bus setengah jadi. Sejurus kemudian, dia langsung menyempot miniature bus setengah jadi berbahan triplek dengan cat warna abu-abu. ‘’Mumpung panas, langsng saya cat. Beberapa hari ini saya tidak bisa mengecat,’’ ungkap bapak dua anak itu.

Membuat miniature bus bukanlah hobi Yudianto. Itu adalah pekerjaan yang digelutinya selama lima tahun terakhir. Penghasilannya cukup lumayan. Dalam sebulan bisa mencapai Rp 5 hingga Rp 6 juta. ‘’Ini memang saya geluti serius. Jadi, bukan sekedar hobi untuk mengisi waktu,’’ ungkapnya saat ditemui dikediamannya Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk.

Pesanan mulai dari Bojonegoro hingga ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. Pemasarannya dia lakukan secara online. Banyaknya pesanan membuatnya sering kewalahan menyelesaikannya. ‘’Untuk yang berbahan akrilik sebulan hanya bisa selesai satu. Tapi untuk yang berbahan triplek sebula bisa lima atau enam buah,’’ terang pria 35 tahun itu.

Miniatur berbahan akrilik harganya lebih mahal dibanding triplek. Sebab, bahannya yang mahal dan proses membuatnya harus eksta hati-hati. Sebab, salah sedikit akan membuat desain tidak bagus.

Miniatur bus yang dibuat Yudi memang tidak tanggung-tanggung. Dia membuatnya semirip mungkin dengan bus aslinya. Baik kursi jok, kaca spion, lambu, bahkan ada gorden di cendelannya. Semua lampunya juga bisa dinyalakan. Baik di dalam bus atau diluar. ‘’Dengan penggarapan sedetail ini, tidak bisa jadi cepat. Minimal ya sebulan itu,’’ ungkapnya.

Musim hujan adalah kendala yang paling dirasakan dalam usaha ini. Sebab, pengeringan cat sangat bergantung panas matahari. Jika sinar matahari redup, maka pengecatan tidak bisa dilakukan. ‘’Semuanya masih digarap secara manual. Jadi, peralatannya ya sederhana,’’ terangnya.

Untuk membentuk akrilik mencari kaca bus, dia harus memanaskannya dia atas kompor. Itu dilakukan dengan sangat hati-hati. Setelah panas, akrilik lalu ditekan-tekan sampai membentuk seperti kaca bus yang diinginkan. ‘’Interiornya juga banyak dari barang bekas,’’ jelasnya.

Yudi menceritakan awal mula dia menggeluti usaha tersebut. Dia sebelumnya bekerja sebagai sopir truk. Kemudian, dia pindah menjadi sopir di sebuah bank swasta. Karir yang mandek membuat dia bosan menjadi sopir. Kemudian, dia berhenti bekerja. Saat berhenti bekerja itu, anaknya minta mainan. Dia pun tidak bisa menuruti permintaan anaknya itu. ‘’Kemudian saya buatkan anak saya bus dari triplek,’’ tuturnya.

Dari situ, beberapa tetangganya mulai memesan bus mainan padanya. Semakin lama semakin banyak. Kemudian, dia merambah pasar secara online hingga saat ini. ‘’Alhamdulillah yang inden sudah banyak. Bahkan, untuk bulan depan sudah ada,’’ jelasnya.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/radarbojonegoro/read/2017/11/18/27552/pembuatan-miniatur-bus-di-desa-banjarsari-kecamatan-trucuk
Comments
Loading...