Kerajinan Miniatur Bus Di Kota Batu

0 375

Kerajinan Miniatur Bus Di Kota Batu

Berawal dari hobi mengukir bongkahan kayu menjadi miniatur mainan, Muhammmad Irfan  asal Jalan Arjuno, RT 2 RW 7 Kelurahan Sisir, Kota Batu mampu meraup jutaan rupiah. Melalui kreatifitas dan inovasinya, ia menghasilkan karya miniatur bus jadul. Bahkan karya dari tangan terampilnya, juga dipesan PT Karoseri seperti Karya Tugas Anda di Purwosari, Adi Putro hingga Tentrem.

Karya Irfan di ruang tamu dengan luas sekitar 10 meter persegi, banyak pajangan miniatur hasil karyanya. Mulai dari miniatur bus, truk, mobil hingga mainan edukasi seperti puzzle yang semuanya berbahan dasar kayu. Kebanyakan bahannya adalah kayu sisa atau bekas yang dirakitnya.

Namun yang sangat mencolok dari miniatur moda transportasi darat itu adalah miniatur Bus Damri, Lorena dan Bus Raya. Dapat dipastikan setiap orang dengan kelahiran 1970 – 1990an pasti akan mengatakan, itu karya klasik. Detail miniatur bus miliknya hampir sama dengan kendaraan aslinya. Baik perabot interior hingga desain luarnya.

“Awalnya hobi saja. Tepatnya saat itu masih duduk di bangku SMK tahun 1986. Saat ada bongkahan kayu iseng-iseng saya ukir berbentuk miniatur bus,” ujar laki-laki kelahiran Malang, 7 Mei 1970 ini.

Berjalan waktu, dengan hobi yang ditekuni itu, Ifan mulai menjual miniatur kerajinan bus tahun 1988. Di mana ia mulai menjual berkat kakaknya yang mengenalkan karyanya ke teman-teman satu pekerjaan. “Tahun itulah saya mulai didesak oleh kakak untuk memproduksi secara rutin. Dan apa yang saya produksi gambar atau desain sesuai dengan pesanan dari kakak saya,” imbuhnya.

Karena miniatur buatannya dirasa sangat memuaskan dari segi finishing dan memuaskan. Akhirnya pesenan pertama datang dari Karoseri Malindo Malang dengan membuat miniatur bus PO Akas 1 buatan tahun 1988 yang saat itu sangat terkenal.

“Masih ingat, itu pesanan pertama dari Karoseri Malindo. Di mana dari menggarap miniatur itu saya dapat uang Rp 30 ribu. Jumlah itu sangat besar,” kenangnya.

Namun, kenang dia, yang tak bisa dia lupakan sebelum proses pembuatan bus PO Akas 1. Irfan harus menunggu bus tersebut lewat di pinggir Jalan Raya Singosari. “Waktu masih rumah di Singosari, jadi saya tunggu bus lewat di Jalan Raya hanya untuk melihat striping warnanya. Kemudian mencatatnya dan menggambar di kertas yang saya bawa,” papar alumnus SMK Singosari ini.

Itu dilakukannya, karena pada tahun-tahun tersebut, akses dunia maya atau internet tak semudah saat ini yang tinggal akses melalui smartphone. Setelah sukses dengan garapannya, pesanan demi pesanan perlahan membanjirinya. Hingga PT Karoseri Adi Putro tahun 2011 memesan miniatur Jet Bus dan Karoseri Tentrem pada tahun 2013 juga memesan Jet Bus 2. Di mana setiap miniatur yang dibuatnya saat itu dihargai sebesar Rp 1,3 juta.

Kini, dengan kepiawaiannya merakit satu demi satu miniatur bus mulai dari pencarian bahan baku seperti kayu dan akrilik, desain, blue print, lalu sket dan memotong sesuai ukuran, di lem, kemudian diakhiri dengan pengecatan.

“Dari semua pengerjaan, paling sulit dan membutuhkan waktu lama adalah mengukir bagian depan dan belakang. Karena setiap tipe bus tidak sama bentuknya,” imbuhnya.

Semuanya, mulai dari awal hingga finishing dikerjakan dengan tangannya sendiri. Tidak ada yang menggunakan mesin. Sehingga bisa dibilang hasil karya limited edition. Meski tak bisa 100 persen persis aslinya. Dan terpenting, agar hasil seperti aslinya, skala yang digunakan untuk membuat miniatur bus adalah 1:20.

Irfan berbangga dengan karya-karyanya. Pasalnya miniatur buatannya sudah ada berbagai daerah seluruh Indonesia. Mulai dari Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Bali. Paling banyak, diungkapnya di daerah Jabar. Yang dijualnya melalui komunitas pencinta bus dan online.

Untuk harga, tiap produk tergantung ukuran. Ukuran kecil yakni panjang 23 cm, tinggi 5 cm dan lebar 4 cm dijualnya dengan harga Rp 1,3 juta. Sedangkan ukuran besar dengan panjang 62 cm, tinggi 17 cm dan lebar 14 cm dibandrol Rp 2 juta. Setiap bulannya, ia mampu memproduksi dan menjual rata-rata enam miniatur bus sesuai permintaan.

Berkat dari kreatifitas dan inovasinya itu, Pemkot Batu mengganjarnya dengan UMKM Award tahun 2018 kategori UMKM Kreatif dan Inovatif tahun 2018 dari hasil kerajinan miniatur bus miliknya. Tak hanya itu, kerajinan miniatur Surfing yang dibuatnya telah mencapai Australia dan miniatur Harley Klasik Meguro yang juga dikirimnya ke Jepang.

Source https://www.malang-post.com https://www.malang-post.com/features/muhammmad-irfan-seniman-miniatur-bus-dan-kendaraan-bermotor
Comments
Loading...