Kerajinan Miniatur Bus Di Salatiga

0 409

Kerajinan Miniatur Bus Di Salatiga

Di saat persaingan industri outomotif semakin keras, banyak karoseri kendaraan besar berlomba menekan harga jualnya. Kendati begitu, bus- bus terbaru harganya tetap di atas Rp 800 juta/unit. Sebaliknya, karoseri asal Kota Salatiga ternyata mampu memproduksi “bus” yang harganya supermurah, yakni Rp 8 juta- Rp 15 juta/unit.

Adalah Yusak Nurcahyo warga Nanggulan nomor 67 RT 03 RW 06, Tingkir, Kota Salatiga. Pria berumur 44 tahun tersebut, selain memiliki karoseri sendiri, ia juga bertugas memasarkan “bus- bus” buatannya. Kendaraan penumpang produksinya memang tidak bisa ditumpangi manusia, sebab, deretan armada buatannya adalah miniatur bus dengan perbandingan 1:20. “Saya sudah memulai memproduksi sejak tahun 1989,” ungkapnya.

Sayangnya, meski sudah memulai memproduksi miniatur bus sejak 27 tahun lalu, Yusak mengalami kejenuhan. Sehingga dirinya sempat berhenti bertahun-tahun dan menekuni pekerjaan lain, yaitu menjadi pengemudi di salah satu perusahaan. Baru di tahun 2012, ia kembali berkutat dengan beragam miniatur karena lagi-lagi merasa jenuh bekerja sebagai sopir.

Miniatur bus buatan tangan Yusak, memang terbilang fenomenal. Sebab, detail kendaraan teramat rinci, mirip aslinya. Tak heran bila “bus-bus” produksinya jadi koleksi beberapa perusahaan transportasi darat seperti PO Rosalia Indah, PO Eka, PO Safari, PO Sumber Alam dan berbagai PO lainnya di Pulau Jawa. “Saya mematok harga sebesar Rp 8 juta hingga Rp 15 juta untuk satu unitnya,” jelas Yusak yang mengaku lulusan hanya bangku SMP.

Tingkat kemiripan “bus” buatan Yusak memang sangat tinggi, saat diperhatikan dengan seksama dari mulai mesin, lampu, interior, pintu, TV hingga hal paling kecil, yakni wiper semua bisa menyala (hidup) secara otomatis selayaknya bus beneran. “Untuk pesawat TV yang berada di dalam ‘bus’, saya menggunakan layar handphone,” kata Yusak.

Dirundung penasaran, saya mencoba semua komponennya. Lampu-lampu menyala sempurna, pesawat TV juga mampu menyala, begitu pun wiper-nya. Giliran mesin dinyalakan, keluar suara mirip bunyi mesin bus yang keluar dari knalpot. Benar-benar ciamik, membutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang luar biasa untuk memproduksi satu unit “bus”. Pantas, harganya menembus Rp 15 juta/unitnya.

Untuk membuat satu “bus” merek Mercedes Benz, sebelumnya Yusak harus mendapatkan foto pesanan termasuk detail asesorisnya. Setelah harga sepakat, ia mulai membuat pola, memotong pola, dan kemudian merangkainya. Bahan yang digunakan adalah akrilik yang penyambungannya menggunakan lem khusus. Setelah terbentuk body-nya, selanjutnya dihaluskan memakai ampelas hingga halus.

Usai debu bekas ampelas dibersihkan, Yusak melakukan tahap pendempulan mirip pengerjaan kendaraan asli. Setelah dempul kering, kemudian diampelas lagi agar foxy mampu menempel. Foxy adalah bahan dasar cat agar warna cat tak mudah mengelupas. “Setelah seluruh body mengering, baru saya cat menggunakan cat duco,” paparnya.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/bamset2014/yusak-nurcahyo-kewalahan-layani-order-miniatur-bus_570e150403b0bd2b096c8f09
Comments
Loading...