Kerajinan Procil Semakin Diminati

0 562

Kerajinan Miniatur Bus Di Semarang

Sebagai salah satu alat transportasi, keberadaan bus antar kota dan antar propinsi ternyata masih menjadi menu favorit dan pilihan utama bagi sebagian besar orang yang mau bepergian ke luar kota. Selain tarif yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pesawat, sensasi dan pengalaman menaiki bus antar kota antar propinsi juga menjadi daya tarik tersendiri.

Hal ini lah yang menjadi inspirasi bagi Pak Stefanus Martin untuk membuat miniatur bus antar kota dan propinsi yang sangat mirip dengan aslinya. Sudah 5 tahun pembuat miniatur bus yang diberi nama S.M Art Miniature Bus ini menggeluti usaha ini. Berbagai model bus antar daerah pun sudah dibuatnya. Ketertarikan ia dengan bus juga dipengaruhi oleh cita-citanya pada masa lampau, yakni keinginan untuk memiliki sebuah bus umum standar.

Lewat tangan kreatifnya, miniatur-miniatur bus ini ia desain sendiri sesuai foto bus asli yang diperoleh dari pemesan. “Semua dibuat secara hemat. Tanpa cetakan, semua dibuat manual. Lebih detail. Kalau yang biasa itu kan ya asal bentuk bis kotak gituh. Kalau ini enggak. Dia lebih menyerupai bis asli,” Pak Stefanus Martin “Ya, yang paling susah untuk modal seperti tingkat itu. Itu agak rumit. Lebih sedikit. Karena ya itu, lantainya 2 yang membuat agak rumit.”

Mr Stefanus mengungkapkan, proses pembuatan miniatur tersebut terbilang tidak mudah. Selain unsur ketelitian, juga dibutuhkan waktu kerja yang tidak sebentar. Tahapan produksi menggunakan skala perhitungan 1 banding 20. Deskripsi nyata tentang Bus pun di aktualisasikannya dalam bentuk rangkaian produksi bus menggunakan bahan sederhana, seperti akrilik, resin, cat, dempul, kayu untuk bagian body, triplek untuk bagian samping dan atap bus. Untuk membuat ban, Pak Stefanus menggunakan bahan karet sintetis sehingga bentuknya sangat dinamis, semirip mungkin ban bus aslinya.

Bagian bemper depan dan belakang bus, ia memilih menggunakan bahan resin. Sementara untuk onderdil bus dilakukan dengan menggunakan perhitungan yang serupa dengan pabrik. Pola arsitektur desain dengan menggunakan bahan aklirik yang kemudian bentuknya sesuai dengan badan bus yang diinginkan. Badan bus kemudian dirakit dengan cara menempel tiap bagian dengan lem. Setelah terbentuk, proses dilanjutkan dengan melengkapi badan bus dengan bemper depan dan belakang, serta ornamen kaca bus. Agar semakin menyerupai aslinya, badan bus setengah jadi ini dicat dengan menggunakan teknik brush sesuai dengan motif yang diinginkan.

Tak hanya itu, detail interior miniatur bus ini juga sangat diperhatikan bersama bahan streofoam-nya Jajaran Kursi penumpang terasa nyaman berkat rangkaian jumlah bantal, selimut, dan tirai. Pintu supir dan bagasi bisa dibuka. Anda pun bisa memesan lampu khusus yang bisa menyala, serta mesin moderen yang bisa berputar. Ia memulai semua ini sejak tahun 2013. Enggak sedikit pelanggannya hingga saat ini merupakan para pensiunan supir dan kondektur bus. “Sudah persis dengan kehendak saya atau persis dengan pesanan saya. Sudah bagus, semuanya sudah bagus, tinggal pasang roda saja,” Ujar Pak Sumadiyo, Mantan Pengemudi Bus.

Anak kampung dari Desa Asinan, Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini menghabiskan waktu hingga 1 bulan untuk menyelesaikan tiap 1 (satu) buah miniatur bus. Bicara tentang harga jual, produk Pak Stefanus memiliki tarif yang jauh lebih murah dibanding usaha sejenis. Terbukti, setelah saya banyak menulis tentang pembuatan miniatur bus, rata-rata mereka membanderol harga produk berkelas exclusivesebeesar Rp. 10 juta/unit. Sedangkan harga juga per unit SM Art Miniature Bus Carosserie hanya Rp. 1 juta.

Source http://warga-desa-worlds.blogspot.co.id http://warga-desa-worlds.blogspot.co.id/2017/04/stefanus-martin-membuat-miniatur-bus.html
Comments
Loading...