Kerajinan Miniatur Bus Di Solo

0 735

Kerajinan Miniatur Bus Di Solo

Kerajinan ekonomi kreatif miniatur bus produksi perajin asal Mangkubumen Barat Banjarsari Kota Solo mulai menjadi primadona. Banyak dari pembeli dari berbagai daerah di Indonesia mulai memburu produk ini

Aris Widiyanto, seorang perajin warga Jalan Kana II No. 6B Mangkubemen Solo, mengatakan kerajinan miniatur bus produksinya tidak menyangka tiga bulan terakhir ini, banyak pesanan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Jakarta, Medan, Cikarang, Palembang, Surabaya, dan Yogyakarta.

“Saya kini menerima banyak pesanan hingga 20 unit miniatur bus yang miliki ukuran skala 1:20 dengan bus sebenarnya,” kata Aris Widiyanto yang akrab dipanggil Bagas.

Menurut Bagas bahwa dirinya berawal mempunyai hobi melukis kemudian hanya iseng membuat miniatur bus dari bahan tripleks ternyata masyarakat banyak yang berminat untuk membeli.

 “Saya pertama membuat miniatur bus dengan aksesorinya awalnya pada 2014 hanya dijual melalui online seharga Rp250 ribu per unit,” kata Bagas yang mengaku hanya tamatan SMP saja itu.

Namun, kata Bagas lagi, produksi kerajinan miniatur bus buatannya itu kini dijual antara Rp1 juta hingga Rp2,5 juta per unit. Bagas mengatakan semua proses produksi masih menggunakan alat-alat manual, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan bahan baku mudah dicari di Solo, dan hanya miniatur ban bus saja harus mendatangkan dari Jakarta.

“Bahan baku lainnya, selain tripleks, kaca akrilik, aksesori mesin dan jok, sedangkan lainnya lem, dempul, cat, serta kawat. Hasilnya sangat indah seperti bus sebenarnya,” kata Bagas pula.

Menurut dia, kemampuan produksi kerajinan miniatur bus buatannya rata-rata sekitar empat unit per bulan dengan dibantu dua tenaga kerja. Produk miniature bus tersebut dibuat mulai dengan membuat kerangka dari tripleks, kemudian dicat sesuai selera pesanan. Kemudian baru dipasangkan aksesoris didalamnya yang membutuhkan waktu cukup lama.

Menurut dia, biaya produksi kerajinan miniatur bus tersebut rata-rata membutuhkan sekitar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per unit, sedangkan keuntungan mencapai sekitar Rp800 ribu per unit.

“Kami memproduksi butuh waktu lama karena semua masih menggunakan alat manual termasuk proses finishing pengecatan. Namun, kerajinan miniatur bus buatannya hasilnya cukup lumayan omzet kotor rata-rata sekitar Rp6 juta per bulan,” pungkasnya.

Source https://economy.okezone.com https://economy.okezone.com/read/2016/04/12/320/1360618/inspirasi-bisnis-miniatur-bus-asal-solo-mulai-jadi-primadona
Comments
Loading...