Kerajinan Miniatur Dari Limbah Kayu Mebel Di Klaten

Perajin menyelesaikan pembuatan kerajinan kayu miniatur mobil di sentra kerjinan miniatur kayu Desa Wates, Karanganom, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/4). Berbagai jenis bentuk miniatur motor dan mobil yang dibuat dari bahan dasar kayu mahoni dan kayu sonokeling tersebut telah dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Solo, Yogyakarta, Bali, yang dijual dengan harga Rp. 4 ribu - Rp. 100 ribu per biji tergantung jenis dan ukuran. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/Rei/ama/15.
0 352

Kerajinan Miniatur Dari Limbah Kayu Mebel Di Klaten

Bermodal kreativitas, seorang pengrajin asal Klaten mampu menyulap limbah kayu mebel menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomis. Berkahnya, bukan hanya meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan, kreasi handycraftnya juga berhasil menembus pasar internasional.

Sofyan Hadi Lestari namanya. Di tangan pria berusia 37 tahun asal Dukuh Butuh, Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom ini sisa potongan kayu tak terpakai disulap menjadi menjadi beragam miniatur alat transportasi seperti bus pariwisata, becak, perahu, pesawat tempur, hingga motor Harley Davidson.

“Pesanan ke luar negeri pertama kali datang dari Rusia pada 2014. Awalnya ya hanya mengirimkan contoh. Lalu berkembang dan bisa merambah ke Turki dan Kepulauan Fiji,” kata Sofyan.

Ide awal menggeluti kerajinan tangan tersebut, kata dia, tak bisa dilepaskan dari lingkungan tempat tinggalnya. Pasalnya, Desa Blanceran selama ini memang dikenal sebagai sentra kerajinan miniatur kayu. Tak heran, begitu memasuki perkampungan ini kita bakal menjumpai tumpukan potongan kayu di tiap pelataran rumah warga.

“Sejak SMP sudah ikut membantu tetangga agar bisa menambah uang jajan. Lalu 2001 mulai buka usaha sendiri. Itu pun dimodali istri Rp 5 juta untuk membeli mesin pengolah limbah kayu jati,” cerita Sofyan yang awalnya hanya dibantu dua karyawan dan memasarkan kerajinannya ke Candi Prambanan dan Yogyakarta.

Kini dengan dibantu lima karyawan, suami Titik Indrati itu bisa membikin 500 – 1000 unit beragam miniatur alat transportasi dalam sebulan. Dengan dibanderol Rp 17.500 hingga Rp 65.000 per unit, tiap bulan Sofyan bisa meraup omset sebesar Rp 20 juta.

Ditanya soal kendala, Sofyan mengaku, permintaan dari pasar lokal sekarang ini semakin sepi. Ia tak menampik, dengan semakin banyaknya pengrajin serupa di berbagai daerah, ketatnya persaingan pasar mengakibatkan terjadinya perang banting harga.

“Kalau saya pribadi kejar kualitas. Sehingga harga untuk pasar lokal maupun luar negeri saya jual sama. Yang membedakan tergantung ukurannya. Kadang kalau pesanannya banyak ya saya sub ke tetangga. Tapi kalau pesanan khusus biasanya saya kerjakan sendiri seperti miniatur bus pariwisata khas Fiji. Karena sudah ada perjanjian, enggak boleh dijual bebas,” pungkasnya.

Source https://jateng.merdeka.com https://jateng.merdeka.com/ukm/berkah-limbah-kayu-kerajinan-lelaki-ini-tembus-pasar-rusia--1703314.html
Comments
Loading...