Kerajinan Miniatur Fiberglass Di Sleman Siap Hadapi MEA

0 168

Kerajinan Miniatur Fiberglass Di Sleman Siap Hadapi MEA

Kerajinan dari fiberglass seolah tak pernah lekang oleh waktu. Permintaan pasar dari tahun ke tahun bahkan cenderung stabil. Salah satu pengrajin fiberglass yang bertahan, Tulakir mengaku harus selalu berkreasi dan mengutamakan kualitas agar tetap dicari pangsa pasar.

Kerajinan fiberglass yang dibuat Tulakir mulai dari miniatur candi Prambanan, asbak, tugu Yogya, Monas, tokoh nasional, abdi dalem hingga Mbok Gendong.

“Kalau tidak terus berkreasi, pasar tidak akan nyari. Selain itu ini kunci utama bertahan di era MEA ini,” jelas Tulakir di Sleman

Menurut bapak tiga anak ini, memasok kerajinan fiberglass ke tempat wisata sangat efektif. Apalagi saat ini dia sudah memasok ke beberapa toko kerajinan modern. Meski di hari biasa permintaan cenderung menurun namun di musim liburan, Tulakir sampai kewalahan memenuhi permintaan pasar.

“Kalau pas musim liburan, mau nyetok sebanyak apapun pasti habis. Biasanya di pertengahan atau akhir tahun,” urai Tulakir.

Suami dari Dwi Margawati ini mengawali kerajinan fiberglass sejak tahun 2000. Awalnya dia ikut berjualan souvenir di Taman Candi Prambanan. Tulakir kemudian melihat jika souvenir miniatur Candi Prambanan justru sedikit.

Dia kemudian coba-coba membuatnya dari fiberglass. “Saya belajarnya otodidak. Sekarang dibantu 9 karyawan kalau pas banyak pesanan bisa sampai 14 karyawan,” tandasnya.

Harga souvenir buatan Tulakir sangat terjangkau. Mulai dari Rp 7.500, Rp 75.000 hingga 750.000 untuk miniatur candi setinggi 1/2 meter.

Source https://economy.okezone.com https://economy.okezone.com/read/2016/03/16/320/1337577/kerajinan-miniatur-fiberglass-di-sleman-siap-hadapi-mea
Comments
Loading...