Kerajinan Miniatur Gitar Dari Limbah Kayu Di Bogor

0 229

Kerajinan Miniatur Gitar Dari Limbah Kayu Di Bogor

Ada banyak cara memanfaatkan limbah kayu menjadi barang bernilai ekonomis, daripada dibiarkan menjadi tumpukan sampah. Seperti yang dilakukan Iwan Hermawan, seorang pedagang yang tiap harinya berjualan makanan di kantin salah satu sekolah di wilayah Bogor.

Di tangan pria ini, limbah potongan kayu disulap menjadi baraneka ragam miniatur gitar. Usaha yang digeluti sejak tahun 2012 lalu, justru membawa nama Iwan dikenal di kalangan kolektor pecinta gitar. Iwan memaparkan, demi mendapatkan hasil yang maksimal, kayu yang digunakan bukanlah sembarang kayu. Ia harus mencari kayu berjenis jati landak Jerman karena mempunyai tekstur yang bagus.

Limbah kayu yang telah dipilih kemudian diukir dengan menggunakan mesin pemotong yang ia rakit sendiri dari mesin pompa air.

“Waktu pengerjaannya sendiri butuh waktu seminggu hingga 10 hari. Prosesnya, kayu yang sudah dipilih terus saya ukir pakai mesin pemotong khusus agar kayu tidak hancur saat diukir,” ujar Iwan, di rumah kontrakannya di Kampung Rawa Panjang, Desa Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Sebelum mahir membuat miniatur gitar, Iwan harus berulang kali merasakan kegagalan. Butuh waktu hingga tiga bulan untuk melakukan eksperimen agar menghasilkan miniatur yang sesuai dengan keinginannya.

“Yang namanya miniatur itu kan kecil, jadi cukup rumit untuk memasang detai-detailnya. Kayak masang talinya, masang grip-grip gitarnya. Kalau salah sedikit ya hasilnya jadi enggak bagus,” kata pria asal Garut itu.

Miniatur gitar berukuran 20 hingga 30 centimeter biasanya dijual dengan harga Rp 150.000 sampai Rp 3 juta. “Pernah waktu itu ada orang yang mesen minta dibuatin gitar sesuai dengan bentuk aslinya. Akhirnya saya buatin miniaturnya dengan seri yang limited edition,” papar Iwan.

Iwan pun berharap, usahanya bisa diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sebab kerajinan tangan yang memiliki nilai seni tinggi ini hanya dipromosikan dari mulut ke mulut saja.

 “Saya inginnya, pemerintah daerah bisa memperhatikan usaha saya ini, sehingga bisa berkembang dan diminati oleh masyarakat luas,” kata dia.
Source http://regional.kompas.com http://regional.kompas.com/read/2015/04/27/09092921/Bermodal.Limbah.Kayu.Bikin.Miniatur.Gitar.Seharga.Rp.3.Juta
Comments
Loading...