Kerajinan Miniatur Kapal Phinisi Di Kendari

0 336

Kerajinan Miniatur Kapal Phinisi Di Kendari

Siapa tak mengenal kapal Pinisi, kebanggaan Negeri Indonesia dari Sulawesi Selatan yang ketenaran dan ketangguhannya sudah terdengar di seluruh dunia. Yah kapal pinisi, sebuah kapal istimewa yang proses pembuatannya tidak menggunakan mesin modern, melainkan dari tangan-tangan trampil nan ahli.

Proses pembuatan kapal pinisi juga dapat kita saksikan langsung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Tepatnya dijalan By Pass, Kelurahan Tipulu.

Adalah Sainuddin, pria 47 tahun ini merupakan pengrajin miniatur kapal pinisi. Dari tangan trampil pria yang akrab disapa bapak Ayu ini, terlahir puluhan miniatur kapal pinisi.

Saat ditemui oleh awak zonasultra.com, Sainuddin mengaku jika awal mula dirinya gemar membuat miniatur kapal pinisi, saat melihat kafe tenda miliknya mulai sepi pelanggan tergerus oleh kehadiran kafe-kafe modern yang kian bertebaran di kota lulo.

Dengan memanfaatkan kayu bekas dermaga yang dibongkar oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari, Sainuddin mulai merajut sedikit demi sedikit miniatur kapal pinisi rancangannya sendiri.

Dalam satu unit miniatur kapal pinisi, Sainuddin membutuhkan waktu pengerjaan empat sampai lima hari. Peralatan yang digunakannya pun cukup sederhana, hanya menggunakan papan dan kayu balok biasa, pipa air, tali sumbu, gergaji, palu dan paku.

Hingga akhirnya puluhan miniatur kapal pun terlahir dari tangan trampilnya, yang dari sekedar hobi hingga menjadi potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) baru di Kota Kendari.

“Kalau soal kerumitan, semuanya rumit. Apalagi yang kecil-kecil ini butuh konsentrasi ekstra. Baru tiga bulan saya mulai buat-buat kapal seperti ini, hanya sekedar hobi saja. Yah kalau ada yang tawar dan harganya cocok, saya jual,” canda Sainuddin.

Meski demikian, Sainuddin tak ingin muluk-muluk. Sebab bisnis bukanlah tujuan awal dirinya membuat puluhan kapal pinisi. Walau sebenarnya telah cukup banyak orang yang mulai melirik miniatur hasil karyanya, mulai dari sekedar bertanya hingga salah seorang diantaranya mulai membeli kapal miliknya seharga Rp 250 ribu.

“Sebenarnya lebih kepada hobi saja, dan kalau pun saya jual tidak akan mahal. Karena itu tadi, ini hobi saya dan saya tidak mau ambil untung banyak dari sini. Yah kalau mau dijual, paling yang ukuran kecil mulai harga Rp 250, Rp 500 sampai yang paling besar Rp 1.5 juta,” bebernya.

Soal harapan, Sainuddin hanya ingin pemerintah khususnya Dinas Parawisata bisa memberikannya peluang untuk membuat kapal pinisi dengan ukuran besar dan dapat menampung manusia. Bayangnya, kapal miniatur kapal itu nantinya bisa ditempatkan di teluk kendari, sebagai ikon dan lokasi wisata masyarakat Kota Kendari.

“Kalau nanti ada pameran, mungkin saya akan ikut pamerkan kapal-kapal saya. Tapi intinya itu saja, harapan saya ini bisa dikembangkan biar bisa digunakan masyarkat di kawasan teluk kendari. Kalau sore-sore kan enak dan bisa dipakai mancing juga,” harap Sainuddin.

Selain miniatur kapal pinisi, dari buah tangan trampil Sainuddin juga tercipta miniatur kapal bagang dari Kota Palopo serta sebuah meja kecil yang berbentuk kapal pinisi. Menariknya dalam pembuatan meja berbentuk kapal itu, dia tidak menggunakan rotan sebagai bahan dasar, melainkan pipa air yang dicat vernis.

Source https://zonasultra.com https://zonasultra.com/miniatur-kapal-pinisi-buah-tangan-sainuddin.html
Comments
Loading...