Kerajinan Miniatur Kendaraan Dari Sampah Di Bulik

0 172

Kerajinan Miniatur Kendaraan Dari Sampah Di Bulik

Terkadang kreatifitas itu datang setelah se­dikit dipaksakan. Itu­lah kiranya yang menjadikan salah satu trik­ ampuh dari seorang guru mu­atan lokal (Mulok) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SM­AN) 1 Bulik, Muashomah dalam menerapkan pelajar­an kepada anak didiknya.

Saat ditemui Borneonews, gu­ru yang masih muda itu terlihat cukup bangga atas ha­sil karya anak didiknya da­lam membuat kerajinan ta­ngan.

 

Terlebih, para anak didik­nya yang merupakan siswa ke­las 12 itu berhasil mebuat pro­duk kerajinan tangan dari ber­bagai aneka jenis sampah yang jika menurut kebanyak­an orang sudah tidak ada har­ganya lagi.

Misalnya limbah dari tem­pat­ aneka jenis dan bentuk minuman kaleng, plastik be­kas bungus dari aneka sneck, sampah minuman ge­las plastik, dan sejumlah aneka limbah dari berbagai je­nis produk.

Jika sebelumnya aneka je­nis limbah itu bisa ditemui di­sejumlah tempat, termasuk di tempat pembuangan sam­pah­. Dengan merangsang daya imajinasi siswa untuk ber­kreatifitas, kini aneka lim­bah­ itu menjadi hiasan indah dan tampak memiliki nilai, termasuk nilai ekonomis.

 

Pasalnya, sejumlah siswa di sekolah ini kini banyak yang berhasil menyulap aneka jenis sampah menjadi produk ke­rajinan tangan. Misalnya membuat minia­tur­ motor vespa, mobil tron­ton­ dari kaleng bekas aneka softdrink, atau bahkan me­nyu­lap plastik bekas bungkus makanan ringan menjadi tas jinjing, dopet, dan berbagai jenis kerajinan tangan lainnya.

 

Dikuai Muashomah, awal­nya­ siswa enggan atau kurang minat jika hasil karyanya ti­dak masuk dalam ujian ma­ta pelajaran. Tapi dengan di­terapkannya ujian karya ini siswa tampak antusias.
Bahkan tak jarang jika ma­te­ri yang mereka buat itu ke­lu­ar dari ide dan konsepnya tan­pa adanya arahan.

“Bahkan untuk sekarang pa­ra siswa punya inisiatif mem­buat kerajinan tanpa apa­kah hasilnya dinilai atau tidak, karena kita mencoba me­ngakomodasi hasil karyanya­ dengan kita pajang di ruang­an­ guru, sehingga menjadi hi­asan,” tambahnya.

Rendi, seorang siswa kini ter­pacu membuat kerajinan ta­ngan, meski selama tiga bulan terakhir ini telah berhasil mem­buat satu unit miniatur Vespa. Untuk menarik minat sis­wanya, Muashomah selalu ber­fikir inovatif. Terlebih, ia dan sejumlah siswanya kini telah merenca­na­kan digelarnya pameran kreatifitas produk kerajinan berbahan limbah bersamaan dengan peringatan Hari Bumi nanti.

Dimana, sejumlah karya ino­vatifnya akan dilelang. Itu salah satu upaya Muashomah un­tuk membuktikan kepada sis­wanya jika kreativitas itu jika ditekuni akan membuah­kan hasil, termasuk hasil eko­nomis dan sebuah pengaku­an dari sekitar.

Terpantau, sejumlah hasil kar­ya siswa kini terpajang di­berbagai sudut ruanangan gu­ru SMAN 1 Bulik.

Tak heran jika para pengun­jung cukup kagum jika meli­hat­ hasil karya anak didik yang tidak menutup kemung­ki­n­an terus berkembang le­bih baik lagi.

Source https://www.borneonews.co.id https://www.borneonews.co.id/berita/13492-siswa-sma-sulap-sampah-jadi-miniatur-kendaraan
Comments
Loading...