Kerajinan Miniatur Truk Karya Seniman Di Wates

0 153

Kerajinan Miniatur Truk Karya Seniman Di Wates

Irfansyahroni sejatinya adalah seniman. Semula ia tak pernah terpikir membuat model miniatur truk. Apalagi berdesain berbeda. Uniknya, karya perajin ini memanfaatkan barang-barang bekas. Hasilnya bernilai seni tinggi dan bernilai ekonomi.

Jiwa seni memang telah tertanam dalam diri M. Irfansyahroni. Puluhan tahun ia menekuni bidang seni lukis. Itu merupakan keahlian utamanya. Di balik itu, ternyata seniman ini juga terampil dalam membuat kreasi lain. Keterampilannya tersebut seperti membuat kerajinan-kerajinan unik bernilai seni tinggi. Yang menarik karya kerajinannya kebanyakan berbahan dari limbah dan barang bekas.

Nuansa unik memang sudah terasa ketika memasuki kediaman Irfan di salah satu gang di Desa Segaran, Kecamatan Wates. Terutama di rumah yang di depannya bertuliskan ‘Warung Seni’. Warung itu bukan menjual makanan ataupun kopi seperti halnya warung pada umumnya. Namun yang terlihat justru koleksi benda-benda unik dan kreatif. Terpajang di sebuah etalase dalam griya tersebut.

Salah satu yang menyita perhatian adalah keberadaan miniatur truk. Tak seperti miniatur truk pada umumnya. Yang menarik pada miniatur tersebut adalah model yang digunakan. Itu seperti sebuah robot di salah satu komik buatan Marvel.

Yah, minatur ini mirip sekali dengan salah tokoh film Transformer, yakni si Optimus Prime. Mengapa Irfan berpikiran membuat model seperti ini? “Kalau model transformer ini anak saya yang menyuruh membuatnya,” jawab pria yang juga karib disapa Mas Pecok tersebut sembari menunjuk hasil karyanya itu.

Ya, memang saat itu Irfan belum terpikir membuat miniatur truk dengan model transformer. Sebelumnya ia hanya membuat dengan model sebatas seperti kebanyakan truk pada umumnya. Saat itu, putranya meminta dibuatkan miniatur truk sambil menunjukkan mainan mobil-mobilan kecil favoritnya.

Mobil yang ditunjukkan itu berbentuk transformer. Irfan pun sempat berpikir panjang. Ia bertanya-tanya apakah bisa membuat miniatur semacam itu. Tak berselang lama, beberapa hari kemudian ia pun mencoba membuatnya.

Mengumpulkan cara bagaimana membuat model serumit itu. Tak habis akal, pria asal Dinoyo, Kota Malang itu mengutak-atik dan mempraktikkan apa yang ia bisa. Namun itu di luar sepengatuhan putranya yang berusia enam tahun itu. Di tengah proses pembuatan, putra semata wayang Irfan jatuh sakit. “Tapi saat miniatur transformer ini jadi, dia langsung sembuh,” sahutnya sembari tersenyum. Irfan merupakan pembuat miniatur model transformer pertama di sana. Selain Irfan ada juga perajin minatur truk lain di Desa Segaran. Jumlahnya ada delapan orang. Namun kebanyakan membuat miniatur model truk yang sering dijumpai di jalanan.

Pria 41 tahun itu mengaku, pembuatan kerajinan ini membutuhkan waktu minimal satu bulan pengerjaan. Bahan bakunya adalah potongan kayu bekas mebel. Berjenis kayu balau dari Kalimantan. “Kayu balau untuk sasisnya, kalau bagian-bagian lain menggunakan kayu waru dan sengon,” terangnya.

Untuk kayu balau sendiri, Irfan menjelaskan, merupakan jenis kayu yang tergolong kuat. Memiliki serat yang banyak dan sangat sulit untuk dipecah. Kayu tersebut dibawah kayu ulin yang terkenal akan tekstur dan sifatnya yang keras. “Kayu ini kalau terkena panas dan hujan malah tambah kuat,” imbuhnya.

Tak hanya bahan utama yang menggunakan kayu bekas atau limbah dari industri mebel. Namun untuk asesoris pelengkap di miniaturnya juga kebanyakan memanfatkan barang-barang bekas. 

“Ada botol bekas pilok (cat semprot), paralon, lampu vespa yang tidak terpakai, dan juga lampu sepeda kayuh,” paparnya. Untuk ukuran miniatur truk tersebut bervariasi. Mulai dari panjang bagian kepala dua hingga tiga meter dengan tinggi satu meter. Namun tak jarang Irfan membuat gandengan di belakang sepanjang empat meter. Itu untuk menaruh sound system yang berukuran cukup besar. Saat ditanya terkait harga, Irfan menyampaikan, produk miniatur truk buatannya terakhir dijual dengan harga Rp 8 juta. Harga itu sangat pantas dengan kerumitan desain yang dibuatnya.

Selama ini, Irfan baru menyelesaikan miniatur dengan model transformer sebanyak tiga unit. Itupun dengan model yang berbeda-beda. Baik ukuran maupun bentuk dan motifnya. “Memang saya tidak bisa kalau membuat model yang sama persis, mesti tiap kali buat selalu berbeda-beda model. Mungkin sudah bosen ya Mas kalau modelnya sama terus,” pungkasnya.

Source https://radarkediri.jawapos.com https://radarkediri.jawapos.com/read/2018/08/04/91812/m-irfansyahroni-seniman-yang-bikin-miniatur-truk-berbahan-limbah
Comments
Loading...