Kerajinan Miniatur Unik Dari Limbah Elektronik Di Magersari

0 128

Kerajinan Miniatur Unik Dari Limbah Elektronik Di Magersari

Daur ulang biasanya berhubungan dengan kaca, plastik, kertas, logam, dan tekstil. Sudah banyak para pengrajin/pendaur ulang yang menggunakan bahan dasar kaca, plastik, kertas, logam, ataupun tekstil. namun belum banyak pengrajin yang membuat kerajinan dari bahan daur ulang limbah elektronik, berbagai kreasi dari limbah elektronik ini sangat bermacam-macam berikut hasil kreasi kerajinan dari hasil daur ulang limbah elektronik.

Seperti apa yang terjadi dengan pengrajin kerajinan miniatur dari limbah elektronik bernama Khusnul Yakin yang terinsipirasi dari lukisan bulu ayam dengan cara ditempel. Didukung dengan banyaknya limbah elektronik di rumahnya, ia kemudian menyulap limbah elektronik tersebut menjadi kerajinan miniatur berbagai bentuk. Dikutip dari Jawapos News Network.

Dimulai dari hobi sekaligus dijadikan usaha dengan berburu limbah elektronik setelah uji cobanya yang pertama untuk membuat miniatur motor besar (moge, red) disukai oleh rekan rekannya. Pasalnya meski sejak tahun 1978 lalu, saat ia pertama kali membuat kerajinan miniatur dari limbah elektronik ini namun ia tak pernah mengikuti pameran. “Hanya dari teman-teman dan orang-orang yang datang ke rumah karena istri saya kebetulan kerja di kantor kelurahan meminta tolong untuk mengurus surat, mereka melihat kerajinan buat saya. Dari situ mereka menceritakan ke yang lain, hanya seperti pemasaran yang saya lakukan, saya tidak pernah ikut pameran-pameran,” ungkapnya ungkap Khusnul.

Meski awalnya ia lebih condong menyukai seni lukisan dengan kuas, namun karena saat duduk di bangku SMP, bapak dari tiga orang anak ini mulai mengenal elektro dan sering membuat berbagai macam percobaan. Dari percobaan yang banyak tersebut menumpuk di rumahnya hingga akhirnya ia menyulapnya menjadi kerajinan miniatur.

Berbagai jenis kerajinan miniatur dari limbah elektronik seperti alat transportasi seperti moge, mobil, kapal, kereta api hingga robot serta binatang seperti badak, kupu-kupu dan bahkan dinosaurus mampu ia buat. Meski begitu warga Jalan Arjono 5/20 Perum Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini pun ternyata mempunyai kendala,  diakui Khusnul yaitu sulitnya mencari limbah elektronik menyebabkan lamanya proses pembuatan kerajinan buatannya.

Bahkan untuk mencari limbah eletronik, ia harus berburu ke pasar loak yang ada di luar kota saat bahan baku di Mojokerto tidak ada, seperti di Malang dan Solo. Bahkan, ia rela keluar dari jabatannya sebagai teknisi pada perusahaan karton di Gresik demi menekuni hobbynya merangkai limbah elektronik menjadi sebuah miniatur.

“Tidak semua bahan bisa dipakai, saya menggunakan barang bekas karena jika menggunalan barang baru harganya mahal. Kendalanya hanya di bahan baku, jika bahan bakunya ada semua langsung bisa jadi karena saya tidak pakai sketsa, liat cocok langsung tempel tapi kalau tidak ada maka membutuhkan waktu yang lama,” ujarnya.

 Menurut Khusnul, kerajinan miniatur dari limbah elektronik buatannya tersebut kadang dikerjakan sesuai permintaan konsumen. Harga yang pernah ia lepas untuk kreasinya tersebut mulai dari Rp50 ribu hingga Rp10 juta. Untuk Rp50 ribu berbentuk kupu-kupu, sedangkan harga Rp10 juta yakni meja kaca yang dibawa ada miniatur kapal induk. Meja tersebut dibeli orang China yang ada di Bali.

Source http://kabar-rantau.melsa.net.id http://kabar-rantau.melsa.net.id/read/236/Miniatur-Unik-Limbah-Elektronik
Comments
Loading...