Kerajinan Nampan Kayu Di Trenggalek

0 211

Kerajinan Nampan Kayu Di Trenggalek

Sebagian besar masyarakat, tak terkecuali di Kota Keripik Tempe, pasti akan membuang limbah potongan kayu bekas perabotan rumah tangga atau dijadikan kayu bakar. Namun, itu tidak berlaku bagi Edi Sunaryo. Warga Desa/Kecamatan Watulimo ini berhasil mengolah limbah kayu menjadi kerajinan yang memiliki harga jual tinggi.

Suara mesin penghalus kayu terdengar menderu-deru dan cukup nyaring ketika Jawa Pos Radar Trenggalek ini melintasi jalan di area Desa/Kecamatan Watulimo. Setelah dicari, ternyata sumber suara tersebut berasal dari salah satu rumah samping jalan tersebut. Saat itu terlihat seorang pria sedang menghaluskan beberapa potongan kayu. Terlihat tangannya begitu terampil dalam menghaluskan tiap potongan kayu.

Namun jika diamati dan diteliti, potongan kayu tersebut bukan sembarang potongan. Sebab, potongan kayu itu merupakan limbah sisa kayu yang biasanya dibuang atau dijadikan kayu bakar. Limbah itu dibuang karena ukurannya kecil sehingga potongan kayu tersebut tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk membuat perabotan bagi perajin bersangkutan. “Karena tidak terpakai itulah, saya termotivasi dan mencoba memanfaatkannya,” ungkap Edi Sunaryo kepada Koran ini.

Niatan mencoba tersebut karena dirinya bingung mencari mata pencarian untuk menghidupi keluarganya. Mengingat sakitar dua tahun lalu, sepulang jadi tenaga kerja Indonesia (TKI) kesulitan mencari pekerjaan. Karena keahlian terbatas, membuat dia harus berjuang ekstra mencari lowongan pekerjaannya. “Makanya setelah melihat ada potongan kayu yang tidak dipakai lagi, saya mengumpulkannya untuk dijadikan sebuah kerajinan,” katanya. Karena tidak dipakai, perajin kayu mempersilakan untuk mengumpulkan potongan kayu dan dibawa pulang. Namun setelah dibawah pulang, dirinya bingung bagaimana cara memanfaatkannya.

Saat itulah dirinya memutar otak untuk menemukan solusi, kerajinan apakah yang cocok dibuat dari potongan kayu tersebut. Ide tersebut muncul tatkala melihat sang istri membeli perabotan rumah tangga, yaitu nampan kayu.

Dari situlah muncul ide pembuatan nampan kayu tersebut dari potongan-potongan limbah kayu.

Kala itu dirinya merekat-rekatkan beberapa potongan kayu dan memotongnya hingga berbentuk nampan seperti kepunyaan sang istri. Setelah berbentuk, kerajinan tersebut dihaluskan hingga diberi cat agar mengilap. Itu terus dilakukan hingga berhasil membuat beberapa nampan kayu yang selanjutnya dipasarkan.

Pemasarannya tidaklah mudah. Sebab, dirinya belum terlalu dikenal. Dia pun meminjamkan nampan hasil kerajinannya tersebut kepada tetangganya, khususnya yang punya hajat.

Saat itulah, sedikit demi sedikit ada yang tertarik nampan buatannya hingga memesannya. “Karena di daerah sekitar mulai ada yang memesan, saya mulai membuat kerajinan lainnya dengan bahan baku limbah kayu itu untuk mengisi stan pameran di beberapa acara,” jlentreh suami dari Erlina ini. Gayung pun bersambut, setelah mengisi beberapa pameran produk industri kecil menengah (IKM), dirinya diminta mengikuti suatu pelatihan untuk mengembangkan usahanya tersebut di Pulau Bali.

Ternyata kesempatan tersebut tidak disia-siakan Edi. Buktinya, ketika jam istirahat pada pelatihan tersebut, dirinya mencari banyak jaringan dan memamerkan produk buatannya. Padahal, saat itu peserta lainnya bermalas-malasan hingga banyak yang pergi ke tempat wisata untuk berlibur atau mencari oleh-oleh. Ternyata jerih payah tersebut terbanyar. Selain mendapat ilmu ketika mengikuti pelatihan tersebut, banyak pengusaha suvenir yang memesan hasil karyanya sepulang mengikuti pelatihan. Tak ayal, saat itu dirinya kewalahan menghadapi pesanan yang terus mengalir.

Dengan kesuksesan tersebut, ternyata tidak membuatnya berpuas diri. Dirinya berniat mengembangkan kerajiannya, yaitu selain membuat berbagai perabotan rumah tangga, juga membuat suvenir perahu dari limbah kayu tersebut. “Untuk suvenir perahu baru saya tekuni satu tahun ini. Sedangkan untuk perabotan rumah tangga, sudah ada permintaan rutin dari Bali dan pulau lainnya,” jelas pria 38 tahun ini. 

Source https://radartulungagung.jawapos.com https://radartulungagung.jawapos.com/read/2018/12/29/110776/mantan-tki-yang-tekuni-kerajinan-nampan-kayu-dari-limbah-kayu
Comments
Loading...