Kerajinan Noken Di Papua

0 160

Kerajinan Noken Di Papua

Noken, kerajinan rajutan asal Papua cukup familiar bagi masyarakat Indonesia. Selain benang, serat kayu dan akar anggrek juga digunakan sebagai bahan dasar untuk diolah menjadi beragam hasil kerajinan tangan, khususnya tas. Namun, belakangan berkembang tren pembuatan noken yang menggunakan bahan baku benang yang terbuat dari berbagai macam jenis, tidak lagi memanfaatkan serat kayu atau akar anggrek.

Untuk itu, Freeport Indonesia beserta mitranya yang melakukan pendampingan di masyarakat mencoba berinovasi guna mencari solusi pengolahan benang serat kayu guna memudahkan produksi noken.

Inovasi yang dilakukan adalah alat pemintal benang sederhana yang menggunakan dinamo seperti yang dipergunakan pada alat mesin jahit.

Perusahaan tersebut bersama dengan Yayasan Nirudaya menyalurkan alat pemintal benang serat kayu untuk digunakan para mama Papua di kampung Utikini Baru, Timika, Papua.

Dina Lakupais, pendamping pengrajin noken binaan Freeport Indonesia, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/12/2018), mengatakan penggunaan serat kayu dianggap tak lagi efisien oleh pengrajin noken karena waktu pengerjaan yang memerlukan waktu yang lama.

“Alat pemintal benang ini menjadi inovasi sederhana yang memiliki dampak besar dalam proses pembuatan noken. Cara penggunaan alat pemintal benang ini cukup sederhana sehingga mudah diterapkan serta proses pemintalan benang serat kayu yang lebih singkat sehingga pada gilirannya mampu memotong waktu produksi noken,” ujar Dina.

Maria Kwiyami, salah seorang pengrajin noken di Utikini Baru, mengatakan mesin pemintal tersebut memudahkan para mama Papua dalam kegiatan membuat noken.

“Untuk memintal benang ini, dahulu generasi orang tua kami memintal menggunakan tangan, tapi sekarang dengan alat ini, kami bisa memintal lebih cepat,” kata Maria, yang ikut hadir pada Festival Filantropi Indonesia (Fifest 2018) di JCC Senayan, Jakarta (15 November 2018) lalu.

Secara tradisional, tambahnya, benang untuk membuat noken diambil dari serat kayu yang dipilin dengan tangan, helai demi helai hingga akhirnya menjadi benang. Proses inilah yang mendorong pembuatan noken memerlukan waktu yang cukup lama, bahkan proses pemilinan benang saja bisa memakan waktu hingga dua bulan.

Source https://tabloidjubi.com https://tabloidjubi.com/artikel-21740-bantuan-alat-pemintal-benang-noken-untuk-pengrajin-utikini.html
Comments
Loading...