Kerajinan Olahan Bambu Unik Di Bandung

0 181

Kerajinan Olahan Bambu Unik Di Bandung

Tanaman bambu sangat subur dan berkembang di Sumatera Barat. Tapi, belum maksimal tergali potensinya. Bambu masih ditatap sebagai tanaman yang tak banyak bermanfaat. Tapi, siapa sangka olahan dari bambu bisa menghasilkan bahan dengan kualitas mumpuni di dunia. Tapi, jangan salah, olahan bambu bukan di tangan anak muda dari Sumbar, tapi dari Jawa Barat.

Di tangan pria asal Bandung bernama Taufiq Rahman, serat dari bambu dapat digunakan untuk bahan membuat kaos kaki, pakaian, hingga sepatu. Dengan kreativitas dan inovasinya ini, ia meraup ratusan juta sebulan.

Saat ini penggunaan serat bambu di Indonesia sebagai bahan tekstil dinilai belum banyak diproduksi, padahal produksi bambu dalam negeri cukup mumpuni.

Berbeda dengan negara-negara Asia lainnya seperti Cina yang sudah menggunakan produk olahan bambu sejak beberapa dekade lalu. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi Taufiq untuk memulai inovasi industri tekstil di Indonesia.

“Mulainya 2010, awalnya kaos kaki dulu. Awalnya mau fokus kaos kaki, sepatu ke t-shirt dan sweater,” ujar Managing Director dan juga Owner, Bamboo Studio, Taufiq Rahman saat pagelaran Inacraft 2016 di JCC, Jakarta,

Di awal memulai usahanya, pria asal Bandung ini kerap mengimpor benang bambu dari Cina, namun saat ini pihaknya telah mampu memintal serat bambu hingga akhirnya menjadi kaos kaki, pakaian, dan bahkan sepatu. Kemudian, dirinya memanfaatkan bahan baku bambu yang banyak ditemui di Bandung untuk diolah menjadi benang.

“Awalnya impor benang yang dari serat bambu banyak dari Cina. Lama-lama coba kita impor seratnya kemudian dipintal di Indonesia. Kemudian jadi kaos kaki macam-macam,” ujar Taufiq.

Pada saat itu juga ia mulai berjuang untuk meyakinkan masyarakat akan kelebihan bahan dari serat bambu yang saat itu belum banyak dipakai. Hingga kini, produk buatannya terbukti mampu bersaing di pasar lokal maupun mancanegara.

“Saya hampir 2 tahun cuma diketawain orang saja, disangka bohong. Karena saya nggak bisa buktikan bambu beneran apa bohong,” tutur Taufiq.

Dirinya yang memulai usaha sejak tahun 2010 lalu kini mampu mengantongi omzet hingga Rp250 juta setiap bulannya. Omzet yang didapatkannya pun terus meningkat seiring dengan mulai banyaknya peminat pakaian dari serat bambu.

“Modal awal sih Rp100 jutaan. Omzet belum banyak, paling rata rata Rp250 juta. Tapi kan kita tiap tahun naik,” imbuh Taufiq.

Produk olahan bambu yang diproduksinya dijual dengan harga yang beragam dan relatif kompetitif dengan produk yang terbuat dari bahan katun.

“Range harganya kaos kaki Rp 70.000 sampai Rp 100.000. T-shirt antara Rp 200.000 sampai Rp 400.000, sweater-nya Rp 500.000 dan sepatu dari Rp 400.000 sampai Rp 1 juta,” terang Taufiq.

Pria yang sudah memiliki 25 karyawan ini kini melebarkan sayapnya ke berbagai pameran di mancanegara. “Pameran di Hongkong, Malaysia belum lagi pameran lokal, Inacraft tiap tahun dari 2012,” tutup Taufiq.

Source https://kinciakincia.com https://kinciakincia.com/berita/2730-di-tangan-anak-muda-ini-olahan-bambu-raup-ratusan-juta-sebulan.html
Comments
Loading...