Kerajinan Pahat Batu Giling Paseh Di Bireuen

0 159

Kerajinan Pahat Batu Giling Paseh Di Bireuen

Ketika matahari mulai sedikit merangkak dari pembaringannya, suasana jalan perkampungan itu, seperti biasa masih terlihat sepi. Di gampong ini, pandangan kita tertuju ke beberapa sudut halaman rumah.

Sejumlah lelaki legam terus memainkan tangannya, mengoles dan memahat sudut demi sudut batu guna menyambung kehidupan keluarganya yang sehari-hari  berprofesi sebagai perajin batu.Inilah Gampong Juli Paseh, salah satu gampong di Kecamatan Juli yang terletak tiga kilometer arah selatan Kota Bireuen, gampong  yang memproduksi batu giling tradisional.

Di depan sebuah rumah papan sederhana, seorang lelaki dengan bersahaja. Dialah Jafaruddin, seorang dari sekian perajin batu di kawasan Paseh, Juli, Kabupaten Bireuen.

Dengan kaki kanannya yang mengalami cacat, Ia tetap gigih sambil terus memahat satu demi satu batu gunung atau batu kali untuk dijadikan benda berharga bagi kaum ibu, saat meramu bumbu masak di rumahnya.Selain batu giling, perajin batu di Gampong Juli Paseh juga lihai memahat batu tumbuk, batu cobek rujak, lesung, batu penggiling kopi, batu asah parang hingga batu nisan dan lesung sirih.

Semua bentuk kerajinan tangan masyarakat Juli Paseh dipasarkan ke seluruh daerah kabupaten/kota di Aceh, mulai wilayah Bireuen, Aceh Timur, Takengon, Aceh Selatan, Meulaboh, Sigli serta ke Banda Aceh.Tak sedikit batu giling itu diminati oleh kalangan masyarakat Medan, Sumatera Utara hingga ke negeri jiran Malaysia.Kendati batu giling dan batu cobek mulai langka di pasaran, pengaruh dari merebaknya barang elektronik semacam Blender, namun bagi sebagian orang, batu giling dan batu cobek sangat berharga, terutama bagi pedagang rujak Aceh.

Tapi sayang, usaha kerajinan batu yang dirintis oleh masyarakat Juli Peseh secara turun-menurun ini, belum mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.“Dulu pernah sekali dibantu oleh pihak PMI, sebelum Tsunami Aceh, tapi bantuan itu tidak bisa digunakan, baik kereta sorong, martil, topi, maupun sekrup,” tutur Jafaruddin. Dijelaskan Jafaruddin, untuk memahat batu menjadi benda seperti batu giling butuh kesabaran dan keuletan.

Source https://www.goaceh.co https://www.goaceh.co/berita/baca/2017/01/28/menelusuri-jejak-pemahat-batu-giling-paseh-yang-mulai-hilang/
Comments
Loading...