Kerajinan Panah Di Sidoarjo

0 460

Kerajinan Panah Di Sidoarjo

Berawal dari menonton film War of the Arrows, Afandi warga Sidoarjo Jawa Timur kepincut untuk bisa membuat panah. Semula, karya itu sekadar iseng. Ternyata, keisengan tersebut bisa menjadi bisnis sampingan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) itu.

Sekitar setahun lalu. Ketertarikan itu bermula ketika dia bersama teman satu kantornya menonton film legenda perang dari Koera Selatan (Korsel). Serangan itu berhasil meluluhlantakkan Dinasti Joseon. Alhasil, dari cerita Afandi, hanya beberapa orang yang sanggup bertahan. Saat penyerangan, salah satu yang berhasil bertahan adalah Nam-Yi. Sebab, Nam-Yi memiliki keahlian memanah. Dengan membawa anak panah, dia bertarung melawan Dinasti Qing.

’’Filmnya sangat seru,’’ lanjutnya. Film sejarah itu benar-benar membekas di benak Afandi. Dia mulai bermimpi menjadi seorang kesatria yang mahir memanah.

Keinginannya untuk belajar memanah semakin berlipat ketika mengingat pelajaran di sekolah. Dia mengaku ada salah satu hadis nabi yang menyebutkan keutamaan memanah.

’’Dalam hadis itu disebutkan bahwa memanah melatih konsentrasi, fokus dalam menghadapi masalah, serta kesabaran,’’ ungkapnya. Berbekal semangat itu, Afandi berupaya mewujudkan impian tersebut.

Lewat internet, dia mulai berselancar mencari penjual satu set alat panah. Tiap hari dia memelototi komputer. Sayangnya, harga satu set perlengkapan memanah itu sangat mahal.

’’Yang paling murah Rp 1,8 juta,’’ paparnya. Alumnus Universitas Muhammadiyah (Umsida) Sidoarjo itu pun sempat frustrasi. Sebab, dia tidak menemukan kecocokan harga anak panah dan busur di internet. Nah, suatu hari dia membuka YouTube. Di dalam pikirannya, siapa tahu ada tutorial cara membuat busur panah. ’’Ketika dicari, ternyata banyak,’’ paparnya. Dia pun belajar. Lantaran tidak punya peralatan yang memadai, apa yang ada di rumah dipakai. Untuk bahan busur, dia membeli sebuah pipa PVC tiga lonjor.

Lalu, ujung pipa dipanaskan agar bisa membentuk tanduk siyah. ’’Saya pakai api dari kompor gas. Setelah itu dipres dengan kayu agar melengkung,’’ ucap Afandi. Untuk anak panah, dia berburu ke pasar burung. Satu set sangkar burung dibeli. Setelah sampai di rumah, sangkar itu dipereteli.

Kayu-kayu penyangganya dibentuk layaknya anak panah. ’’Agar ujungnya tajam, saya ongoti (pakai rautan),’’ lanjut Afandi. Untuk benang, dia menggunakan nilon karena lentur. Sekitar sebulan busur dan 12 anak panah itu rampung dikerjakan. Percobaan pertama belum memuaskan. Bentuknya kurang sempurna. Misalnya, gagang busur mletot (tidak lurus).

’’Saya habiskan uang saku Rp 300 ribu,’’ katanya. Percobaan kedua dirancang. Kali ini dia sudah memiliki bekal pengalaman. Bahan hingga bentuknya sudah hafal.

’’Yang kedua baru memuaskan,’’ ucapnya. Afandi berpikir untuk terus menyempurnakan karyanya. Hasilnya pun memuaskan. Karya itu lalu diunggah ke media sosial. Di luar dugaan, banyak orang yang bertanya. Berapa harganya sampai cara memesannya. Sebagai uji coba, dia mengirimnya ke sekolah di wilayah Sidoarjo.

’’Ternyata mereka puas dan memesan lagi,’’ jelasnya. Sejak saat itu usahanya terus berkembang. Afandi mengatakan, setiap bulan jumlah pemesan selalu bertambah.

Membuat anak panah dan busur itu dikerjakan sepulang kerja serta Sabtu-Minggu. Karena tidak punya karyawan, dia membatasi pemesanan. ’’Tiap bulan lima set maksimal. Soalnya tidak ada karyawan,’’ paparnya. Kini panahan nge-hit. Banyak sekolah yang memesan untuk kegiatan ekstrakurikuler.

Terutama sekolah Islam dan madrasah. ’’Saya sempat kewalahan ada dari luar Jawa yang pesan hingga 10 set,’’ katanya.

Menurut Afandi, salah satu bagian yang paling lama adalah membuat anak panah. Dalam sebulan hanya satu lusin anak panah yang berhasil dibuat.

Selain itu, anak panah membutuhkan kejelian. Misalnya, saat membuat bulu. Setelah itu membuat mata panah. ’’Jadi butuh waktu lama,’’ ucapnya.

Dengan usahanya tersebut, kini dia bisa lebih mandiri. Mahasiswa Umsida angkatan 2007 itu berharap semakin banyak yang memesan. Dengan begitu, rezekinya kian lancar.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/read/2016/09/22/52722/afandi-pembuat-panah-asli-sidoarjo
Comments
Loading...