Kerajinan Pandai Besi Di Kerinci

0 219

Kerajinan Pandai Besi Di Kerinci

Desa Pendung Koto Padang, sekilas tampak seperti desa desa biasanya di Kerinci, namun yang membuat Desa ini menarik dan berbeda dengan lainnya di kerinci adalah desa ini terkenal dengan kelompok pengrajin pandai besi, berupa alat pertanian berupa golok, Kapak, cangkul tungku besi dll. Hasil dari tangan tangan terampil masyarakat koto padang ini sudah dikirim keluar daerah kerinci, seperti beberapa daerah di Sumatra Barat, Bengkulu dan kabupaten lain di provinsi jambi.

Konon para pengrajin pandai besi koto padang sudah melakukan kegiatan ini sejak lama, saat penjajahan belanda pengrajin pandai besi koto padang sudah membuat senjata tradisional berupa pedang yang dinamakan “Pedang Selangkeh”, yang merupakan senjata Tradisional masyarakat Kerinci, “Selangkeh” tak hanya dianggap sebagai alat pertahanan diri saja, namun ada juga yang di jadikan “Sko” atau benda pusaka oleh beberapa masyarakat Kerinci.

Desa Koto Padang terletak tak jauh dari kota sungai penuh, dengan berkendaraan roda dua saat itu penulis menempuh perjalanan kurang dari 15 menit ke arah tanah kampung, hingga sampai pada batas kota sungai penuh sebelum desa Penawar. Di sebelah kanan jalan dari batas kota tersebut tampak sebuah perkampungan diantara hamparan sawah yang mulai menguning, ada Gapura kecil dengan bangunan permanen yang merupakan gerbang masuk ke Desa koto padang.

Di tengah sepinya Desa, terdengar sayup sayup suara ketukan berirama yang sesekali berhenti dan juga desingan suara gerinda,  suara tersebut berasal dari bengkel bengkel yang terdapat di rumah penduduk, Bengkel adalah sebutan tempat pandai besi berproduksi.

Yang menarik lagi ialah setiap kelompok tersebut tidak memproduksi perkakas tersebut hingga sekali jadi, mereka bersinergi antara satu kelompok dengan yang lainnya untuk menghasilkan perkakas, contoh saja untuk membuat “Ladiang” (sebutan golok oleh orang kerinci), dimana satu kelompok pembuat “ladiang” hanya membuat sarung dan gagang nya saja, sedangkan kelompok yang lain membentuk Besi bekas  menjadi “ladiang” atau golok, ada juga yang bertugas menggerinda sebagai tahap finishing. Seruni salah seorang pande besi mengatakan permintaan dari pasar yang tinggi, karena tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal Kerinci saja namun juga luar daerah kerinci, membuat masyarakat di koto padang mensiasati permintaan dengan menggerakkan sumber daya di desa tersebut  dengan sistem  ala manufacturing sederhana. Entah bagaimana awalnya sinergitas para pengrajin di desa ini terbentuk penulis pun tidak mengetahuinya, yang jelas prinsip gotong royong dan kekeluargaan telah menjadi dasar dari kegiatan “industri” ini, hingga bertahan berabad abad lamanya hingga sekarang.

Source https://robbihafzan.wordpress.com https://robbihafzan.wordpress.com/2015/05/21/desa-pandai-besi-koto-padang-kerinci/
Comments
Loading...