Kerajinan Pande Besi Di Majene

0 431

Kerajinan Pande Besi Di Majene

Membentuk besi jadi perkakas tajam merupakan keahlian turun temurun yang dimiliki warga Pamboborang. Konon keterampilan itu telah dimiliki leluhur pada masa kerajaan. Senjata diproduksi untuk komunitas Hadat Peppuangan Pamboborang.

Kala itu, senjata terbuat dari bentukan tanah liat. Demikian cerita beredar luas yang hingga kini diyakini masyarakat. Sementara teknik pembuatan benda tajam berbahan dasar besi dipercaya sebagai bawaan transmigran dari Jawa. Kemudian mengubah pola pembuatan senjata dari tanah.

Salah satu bukti kedatangan Jawa ke wilayah itu, yakni penamaan salah satu wilayah di Desa Pamboborang yang disebut Mangge. Diidentikkan dengan Magelang, salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah.

Bukan sekedar nama, kemiripannya juga terletak pada cara berbicara atau dialek warga sekitar. “Sebenarnya nama dusun itu bukan Mangge tetapi Mage, perubahan itu karena dipengaruhi dialeg lokal,” jelas Kiyat, salah seorang perajin.

Terlepas dari kebenaran cerita tersebut, faktanya mayoritas warga Pamboborang memiliki kemampuan mumpuni mengolah besi. Keahlian tersebut tidak didapatkan dari balai pelatihan keterampilan. Sudah jadi tradisi dan warisan leluhur mereka.

Pengrajin besi atau yang lebih dikenal pandai besi tersebar pada empat dari lima dusun di Desa Pamboborang. Diantaranya Dusun Pamboborang, Pamboborang Selatan, Galung Paara dan Galung Paara Selatan. Para pengrajin melakukan pengolahan besi secara berkelompok. Tiap kelompok tediri dari delapan hingga sepuluh pekerja.

Source https://radarsulbar.fajar.co.id https://radarsulbar.fajar.co.id/2017/06/20/gudangnya-pandai-besi/
Comments
Loading...