Kerajinan Pande Besi Di Ogan Iilir

0 290

Kerajinan Pande Besi Di Ogan Iilir

Warga yang bermukim di Desa Tanjung Dayang Utara Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI), sebagian besar mayoritas bermata pencaharian sebagai perajin besi. Keahlian yang mereka miliki secara turun-temurun itu dengan menyulap bahan baku besi menjadi perabotan rumah tangga seperti pisau, arit, celurit hingga peralatan tukang lainnya termasuk linggis.

Namun mereka terkendala modal usaha, guna mengembangkan kerajinan besi yang sudah puluhan tahun mereka geluti. Asmawi, seorang pandai besi di Dusun I Desa Tanjung Dayang Utara Kecamatan Indralaya Selatan mengaku, biaya operasional kerajinan pandai besi tidaklah sedikit alias butuh dana yang cukup besar.

 Ia merincikan, satu hari bisa mencetak 30 buah arit yang dikerjakan tiga orang pekerja dengan menghabiskan bahan baku besi lebih kurang puluhan kilogram.

“Dalam sehari mampu membuat 30 buah arit. Untuk perbulan, kita jual sebanyak 40 kodi atau 800 buah arit. Dengan harga arit senilai Rp 15 ribu perunit,” ujarnya seraya mengatakan dalam sekali jual mampu memperoleh uang senilai Rp 12 juta.

“Nilai Rp 12 juta itu, semuanya termasuk upah pekerja, modal hingga kebutuhan operasional lainnya,” paparnya. Dari nilai Rp 12 juta tersebut, dikatakannya, tidaklah cukup bagi mereka untuk mengembangkan usaha kerajinan pandai besi.

“Selama ini, kita selalu minjam dikoperasi untuk menutupi modal usaha. Itu pun, kalau ada,” tuturnya, seraya berharap agar pihak terkait dalam hal ini Diskooperindag OI, bisa memberikan pinjaman modal guna mengembangkan usaha kerajinan besi khususnya di Dusun I Desa Tanjung Dayang Utara Kabupaten OI. Menanggai butuhnya pinjaman modal usaha bagi para pengrajin di Kabupaten OI, menurut Sarifah ST selaku Kabid UMKM Diskooperindag OI menyarankan agar para pelaku usaha kerajinan yang berada di Kabupaten OI termasuk di Dusun I Desa Tanjung Dayang Utara Kecamatan Indralaya Selatan, segera membentuk kelompok yang terdiri dari 10 orang teridir dari ketua kelompok, sekretaris, bendahara dan anggota.

Kemudian, lanjutnya setelah terbentuk kelompok tersebut, ajukan proposal ke Diskooperindag OI. “Isi proposal itu termasuk juga gambaran keadaan usaha saat ini dan permasalahannya yang dialami, untuk selanjutnya diusulkan kepada Kementerian Desa Pembangunan Desa Tertinggal (PDT),” terang Kabid UMKM Diskooperindag OI.

Source http://palembang.tribunnews.com http://palembang.tribunnews.com/2015/04/09/perajin-besi-di-indralaya-selatan-butuh-kucuran-dana
Comments
Loading...