Kerajinan Paralon Bekas Di Patebon

0 253

Kerajinan Paralon Bekas Di Patebon

Paralon bekas yang biasanya dianggap sebagai limbah oleh masyarakat, kini disulap menjadi kerajinan lampion oleh salah seorang warga Desa Purwosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Abdul Malik Aziz. Usaha yang dimulainya sejak bulan Mei 2015 silam ini telah mendapatkan penghargaan wirausaha muda dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kerajinan dari limbah paralon bekas ini disulapnya bermacam-macam menjadi kerajinan unik seperti jam dan lampion. Hasil karyanya telah dipamerkan di berbagai kota di Indonesia salah satunya, Jakarta. Bahkan berkat keunikan ide dan hasil karyanya ini, lampu paralon sudah pernah diliput oleh salah satu stasiun televisi di Indonesia.

Untuk hasil karyanya yang unik ini dihargai mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 250.000. Selain harganya yang cukup terjangkau, para konsumen juga dapat memesan sesuai permintaan.

Uniknya, kerajinan lampion dari paralon bekas ini, hanya dapat menggunakan limbah paralon putih. Pengerjaannya mulai dari dua hingga enam jam. Khusus  lampu lampion, membutuhkan waktu enam jam pengerjaan.

Pada awalnya kerajinan ini hanya disebarkan melalui mulut ke mulut namun seiring berkembangnya teknologi, Malik nama sapaannya, memosting sebagian besar hasil karyanya yang telah dipesan oleh konsumen ke media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Di media sosial Facebook, konsumen dapat menemukan hasil karya Malik dengan mengetik di mesin pencarian dengan nama Lampu Paralon Ukir atau di Instagram dengan nama @gallerymalik.

Nah, sekarang tak perlu bingung lagi jika ingin memberikan hadiah untuk acara ulang tahun, pernikahan, atau wisuda, karena di Malik Galeri konsumen bebas memesan satuan atau perseorangan.

Source http://kkn.undip.ac.id/?p=28561 http://kkn.undip.ac.id/?p=28561
Comments
Loading...