Kerajinan Parut Kayu Di Majalengka

0 338

Kerajinan Parut Kayu Di Majalengka

Pemarut kelapa atau dalam percakapan disebut parutan yang digunakan warga Jawa Barat banyak dipasok industri rumahan di Desa Sumberjaya, Majalengka, Jawa Barat. Pak Mulud selaku pemilik usaha kerajinan parutan kelapa itu telah menjalankan usahanya sejak tahun 1967 silam di rumah produksinya di Desa Garawangi, Majalengka, Jawa Barat.

Parut kelapa tak lain merupakan alat sederhana yang pastinya dibutuhkan oleh setiap rumah tangga demi sajian masakan bersantan. Kehadiran parut tak pernah tergeser oleh desakan modernisasi. Meskipun sebagian keluarga memilih cara praktis dengan memblender kelapa atau menggunakan mesin pemarut kelapa, rasa masakan dinilai lebih sedap jika kelapa diparut dengan menggunakan tangan.

Alat parut kelapa ini pun tidak dilahirkan dari pabrik, melainkan dari rumah-rumah sederhana warga di pelosok pedesaan. Disela kesibukan Diiringi tawa dan obrolan panjang, setiap perajin tak henti-hentinya memasang kawat di parutan kelapa.

Kerajinan tangan Desa Sumberjaya itu berbahan baku kayu mahoni dan kawat yang sudah dibakar. Para pengrajin industri rumahan di Desa Sumberjaya ini rata-rata lansia yang diberi upah 300 rupiah/ buah. Tiap menyelesaikan satu lembar parut, perajin memperoleh uang Rp 300. Biasanya perajin menyerahkan produknya ke tengkulak setiap lima hari sekali atau menjelang hari pasaran. Hasil kerajinan parutan kelapa tersebut dijual ke berbagai daerah Rajagaluh, Palimanan, Jakarta, dan Jawa Barat dengan harga Rp5.000/buah hingga Rp10.000/buah.

Satu per satu kawat itu dianyam di lembaran kayu berukuran 40 cm x 12 cm membentuk bagian tajam dari parut. Parut kelapa tersebut setidaknya bisa awet digunakan hingga lima tahun. Tradisi pembuatan parut kelapa telah diwariskan secara turun-temurun.

Melalui karya sederhana berupa parut kelapa, warga Desa Sumberjaya menunjukkan bahwa waktu luang di wilayah pedesaan pun tetap bisa diisi dengan kegiatan yang produktif. Meskipun belum bisa digunakan sebagai tumpuan hidup, parut kelapa sanggup memberi tambahan penghasilan.

Kehadiran kerajinan parut kelapa tak sekadar menghidupkan perekonomian desa, tetapi juga sanggup mengusir kebosanan dari kehidupan warga desa. Proses pembuatan parut memberdayakan warga Sumberjaya membunuh waktu luang dengan kegiatan yang produktif.

Source https://kkn.uinsgd.ac.id https://kkn.uinsgd.ac.id/desasumberjaya/2017/08/14/membunuh-waktu-dengan-parutan/
Comments
Loading...