Kerajinan Parut Kayu Di Sleman

0 307

Kerajinan Parut Kayu Di Sleman

Parut tradisional dari bahan kayu mlinjo dan kawat ternyata sampai saat ini masih eksis diproduksi warga Pojok 2 Desa Sendangagung Minggir Sleman. Bahkan 80 % ibu rumah tangga di Desa tersebut masih aktif menggeluti produksi parut ini sebagai kegiatan sampingan selain bercocok tanam di sawah.

Namun demikian  ada pula warga yang memang menggantungkan hidupnya dari hasil membuat parut tersebut, seperti halnya yang dilakukan Mbah Jilah sejak usia muda sampai saat ini telah berusia 85 tahun masih aktif membuat parut. Menurut Mbah Jilah yang ditemui disela – sela membuat parut bersama ibu – ibu tetangganya, sehari dirinya bisa memproduksi 10 parut namun bila digarap sambil menggarap sawah hanya bisa membuat 4 hingga 5 parut saja.

“Untuk modal produksi parut kayu ini sebesar Rp 2.000, kawat Rp 1.000 dan parut yang sudah jadi dijual Rp 5.000, sehingga diperoleh keuntungan Rp 2.000 setiap parut yang dibuat. Dan untuk pemasaran tidak ada masalah karena sudah ada pedagang yang mengambil,” kata Mbah Jilah.

 

Sementara itu menurut Kadus Pojok 2, Y Budiono pembuatan parut oleh warganya telah berlangsung secara turun temurun sejak puluhan tahun yang lalu dan di Pojok 2 ini tercatat ada sekitar 60 orang pengrajin parut sehingga setiap hari rata-rata bisa menghasilkan 200 buah parut. Keuntungan yang didapat walaupun kecil dapat membantu kebutuhan rumah tangga.

Diakui Budiono, warga Pojok 2 tidak takut terdesak dengan munculnya parut mesin maupun penjual santan instan. Sebab masyarakat masih banyak yang suka memasak dengan cara memarut tradisional tidak mengandalkan parutan mesin maupun santan instan.

“Karena itu produksi parut tradisional yang sudah berjalan puluhan tahun ini tetap bertahan,” tutur Budiono.

Source http://mediacenter.slemankab.go.id http://mediacenter.slemankab.go.id/warga-minggir-tetap-eksis-produksi-parut/
Comments
Loading...