Kerajinan Patung Dari Limbah Ban Di Semarang

0 159

Kerajinan Patung Dari Limbah Ban Di Semarang

Jiwa seni bisa dimiliki oleh siapapun termasuk Muhammad Santoso Rahawarin yang kesehariannya berprofesi sebagai seorang tambal ban di Kota Semarang. Dia mampu mengubah limbah dari ban bekas karya seni yang bernilai ekonomis.

“Sekitar tahun 2014 lalu, saya lihat potongan-potongan kecil-kecil ban. Saya coba susun di ubin, kok jadinya bagus, bentuk pohon, orang,” kata Santoso sembari mengutak-atik ban motor pelanggannya yang bocor saat ditemui di kios tambal bannya sekaligus rumahnya di Jalan Noroyono tepat di pinggir rel kereta daerah Kokrosono, Semarang

Seketika itu, ayah dua anak tersebut langsung berpikiran membuat lukisan wayang dari limbah ban. Dia membuat dengan ukuran 80 cm x 110 cm. Sudah 5 lukisan yang dibuatnya. Ternyata karyanya isengnya itu ada yang laku dengan harganya cukup tinggi.

 

“Bikin lukisan Gareng, Petruk, Bagong, Bima, Arjuna. Yang Bima sudah laku, lumayan, Rp 3 juta. Bukan saya yang kasih harga, yang beli sendiri,” ujarnya. ¬†Santoso diundang oleh seniman limbah di Kota Lama Semarang. Di sana ia mendapatkan bimbingan dan ide agar membuat seni 3 dimensi dari ban dan diberi waktu 2 minggu.

“Saya mikir sambil melilit-lilit bekas ban di tangan, pelan-pelan, jadi bentuk kepala, coba lagi jadi bentuk badan, terus ada dop sisa, jadi kaki. Pertama kali itu bentuknya seperti penari pendet,” katanya.

Meski hasil seni berupa figure dari ban itu berukuran kecil, ternyata pembimbingnya suka karena semua bahan dari limbah yang berhubungan dengan ban. Sejak saat itulah Santoso produktif membuat berbagai bentuk benda dari ban di sela kegiatannya tambal ban.

Source https://news.detik.com https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3764427/kreatif-tukang-tambal-ban-di-semarang-ubah-limbah-jadi-karya-seni
Comments
Loading...