Kerajinan Patung Hewan Dari Kayu Bakar Di Blora

0 286

Kerajinan Patung Hewan Dari Kayu Bakar Di Blora

Kreativitas tak ada batasnya. Benda yang tadinya dipandang sebelah mata oleh sebagian orang ternyata bisa diubah menjadi karya bernilai ekonomi tinggi. Seperti yang dilakukan Kusminarto (35), warga RT 03 RW 02 Desa Turirejo, Kecamatan Jepon, Blora.

Dia mengubah kayu rencek jati menjadi karya seni ukir. Di tangannya, limbah kayu jati yang kerap dijadikan kayu bakar, ditatah dan diamplas menjadi beraneka bentuk patung hewan berukuran kecil yang menawan.

Dia menceritakan, ide awal pembuatan kerajinan patung hewan dari kayu rencek jati muncul ketika dia melihat banyaknya bongkahan rencek kayu jati yang dibakar untuk memasak di dapur.

Berbekal keterampilan ukir yang dimiliki sejak sepuluh tahun lalu saat bekerja di perusahaan gembol akar jati, dia lantas mencoba mengubah rencek jati menjadi sebuah patungpatung kecil.

Hasilnya cukup lumayan. Satu persatu pemesan mulai berdatangan. Diapun memutuskan serius menggeluti usaha barunya tersebut. ‘’Sebenarnya saya berkecimpung di dunia ukir sudah 10 tahun lalu.

Namun karena banyaknya limbah kayu jati, kemudian saya mencoba membuat berbagai macam patung dari limbah kayu jati di rumah,’’ujarnya, kemarin. Menurutnya, limbah kayu jati yang akan dijadikan kayu bakar harganya cukup murah.

Dia pun tidak kesulitan mendapatkan kayu rencek tersebut. Apalagi Blora merupakan gudangnya kayu jati kualitas nomor wahid. ‘’Untuk model patung tergantung bentuk limbah kayu yang didapat. Kadang saya bikin ikan, burung atau lainnya,’’tandasnya.

Dalam proses pembuatan karya, dia menggunakan peralatan nonmesin seperti tatah, gergaji dan sejumlah peralatan lainya. Satu karya dibuat dalam jangka waktu satu hari sampai satu minggu. ‘’Tergantung bentuk kayu dan karakter patung yang dibuat seperti apa,’’ ungkap Kus, nama panggilan akrabnya.

Patung hewan karya Kusminarto di antaranya ikan, burung, gajah, naga, dan sejumlah lainya. Bentuknya mirip aslinya. ‘’Paling rumit, membuat patung burung karena harus detail dan teliti di bagian bulunya,’’jelasnya. Satu patung limbah dari kayu jati dibandrol dengan harga mulai Rp 50 ribu hingga jutaan.

Semakin rumit proses pembuatan, semakin mahal pula harganya. Sedangkan untuk penjualannya, dia juga memanfaatkan jaringan pertemanan. ‘’Terkadang saya titipkan teman di luar daerah seperti Jogja dan Semarang,’’katanya.

Wakil Bupati Arief Rohman mengunjungi rumah perajin di Desa Turirejo ini. Dia mengapresiasi kerajinan yang telah dibuat tersebut. ‘’Karya Mas Kus ini bagus dan sudah layak untuk dipasarkan lebih luas lagi. Terlebih ini dari limbah kayu jati tak terpakai yang dia daur ulang lagi.

Ukurannya tidak terlalu besar seperti halnya kerajinan gembol jati, sehingga pas untuk souvenir atau kenang-kenangan,’’katanya. Dia mengaku, kerajinan yang dihasilkan tersebut bisa terus dikembangkan, sehingga menjadi modal pemberdayaan masyarakat dan dikembangkan menjadi produk unggulan desa.

‘’Saya kira kalau potensinya bagus, bisa diadakan pelatihan atau workshop kepada masyarakat di sekitarnya untuk berkarya dan menularkan ide-ide kreatif, sehingga semakin banyak lagi warga desa yang berkarya dengan kreativitasnya,’’ ujarnya sambil memesan beberapa karya patung.

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/80621/ubah-kayu-bakar-menjadi-kerajinan-patung-hewan
Comments
Loading...