Kerajinan Patung Lilin Wayang Di Yogyakarta

0 36

Kerajinan Patung Lilin Wayang Di Yogyakarta

Patung lilin tak hanya dibuat oleh komunitas semata, seperti pembuatan patung lilin di luar negeri pada umumnya. Apalagi, patung lilin lebih banyak digunakan sebagai alat untuk mengenang figur publik.
Berbeda halnya boneka lilin di Yogyakarta. Patung lilin dibuat sebagai kreasi seni serta pelestarian tradisi nusantara, khususnya tradisi Jawa.
Nurul Maliki, 60, adalah pembuat boneka lilin di Yogyakarta. Melalui patung lilin, ia ingin menyampaikan ekspresi para tokoh wayang. Tujuannya tak lain pelestarian seni tradisi.
Boneka lilin buatan ibu tiga anak ini cukup rapi. Ekspresi tokoh patungnya diracik sedetail mungkin. Hanya dengan tangan dan ketelitian, Nurul Maliki meracik patung-patungnya yang terbuat dari kristal lilin dan parafin ini. Setelah boneka dibuat, ia pun memasang baju-baju patung lilinnya sesuai karakter masing-masing.
Sejak tahun 1975, Nurul berkecimpung di seni rupa berbahan lilin ini, dan menciptakan karakter-karakter wayang berbahan dasar lilin, seperti Buto cakil, Hanoman, Srikandi yang lengkap dengan burung Weldoto yang dikendarainya, para punokawan dan tokoh wayang lainnya.
Di rumahnya, Jalan Nuri R3, Sidoarum, Godean, Sleman, DI Yogyakarta, Nurul menunjukkan seluruh boneka lilin buatannya. Puluhan boneka berdiri terpajang. Ada boneka yang dipajang dengan kaca dan ada pula boneka yang hanya dipajang di lemari pajangan.
Nurul mengaku, pembuatan boneka lilin baginya bukanlah bertujuan komersil. Ia hanya sebatas mengekspresikan kecintaannya terhadap seni dan budaya tradisi, khususnya seni tari. “Saya cuma ingin mendokumentasikan baju-baju penari klasik dari keraton khususnya,” paparnya.
Dalam pembuatannya dari awal hingga menjadi patung utuh dengan pakaian beserta makeup, ia dibantu suaminya, Henry Pristiyanto, seniman lakon ternama di Yogyakarta. Selain suami, ia juga dibantu seorang temannya, Marsudi.
Nurul bercerita bahwa apa yang ia lakukan ini merupakan hasil dari pengalaman dan pengetahuannya akan seni tari. Pasalnya, sebelum menjadi pembuat boneka lilin, Nurul menjadi penari di Keraton Yogyakarta. Ia menjadi penari sejak masih remaja. “Dari sana saya dapat membuat lekukan tangan patung di sini sesuai sama penari-penari aslinya,” paparnya.
Pengalaman dan pengetahuannya itu lantas menjadi sebuah ide saat bertemu dengan temannya yang berlatar belakang pembuat patung. Nurul pun belajar memahami lebih jauh tentang pembuatan patung dari temannya itu, sebelum ia benar-benar mewujudkan keinginannya membuat boneka lilin wayangan.
Source https://merahputih.com https://merahputih.com/post/read/nurul-maliki-peracik-boneka-lilin-wayangan-di-yogyakarta
Comments
Loading...