Kerajinan Patung Mungil Di Surabaya

0 103

Kerajinan Patung Mungil Di Surabaya

Majapahit dikenal sebagai kerajaan besar pada zamannya. Bahkan dikatakan sebagai cikal bakal berdirinya Negara Indonesia. Kebesaran Majapahit tidak hanya dikenal dari segi pemerintahannya, tetapi juga dikenal dari karya seninya yang adiluhung.

Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya mengelar pameran karya seni bertajuk ‘Madjapahit di Udjung Galuh’ di House of Sampoerna (HoS), Surabaya. Eratnya keterikatan Kerajaan Majapahit dengan lahirnya Kota Surabaya menjadi latar belakang pameran ini.

Beragamnya peninggalan yang kaya akan nilai budaya, corak bangunan, candi, patung dan karya seni lainnya meningkatkan semangat para dosen dan mahasiswa. Kolaborasi dosen dengan mahasiswa ini dituangkan dalam karya seni yang tinggi akan nilai sejarah. Ada 30 karya kolaborasi dosen dengan mahasiswa yakni sketsa, instalasi, patung, lukisan, batik, fotografi, dan grafis.

Menariknya, ada barisan patung mungil brigadier Majapahit yang berjajar rapi. Terlihat ada yang masih utuh. Sebagian juga terlihat bagian kepala patung tersebut hilang. Tak adanya kepala patung mungil ini memang sengaja dihilangkan lantaran gambaran semakin tergerusnya zaman.

“Pembuat patung brigadier Majapahit dapat ide dari patung yang ada di Tiongkok, dan Bogel (pembuat) diterapkan dalam kerajaan Majapahit. Di era Majapahit keramik secara teknik itu tingkat dasar,” kata koordinator pameran, Nuzurlis Koto pada Bhirawa, Rabu (6/5) di Galeri HoS ini.

Koto yang juga sebagai dosen kerajinan keramik di STKW Surabaya ini menambahkan, Salah satu patung yang ditampilkannya berbahan keramik dengan sisi depan bergambar lambang dan tokoh Majapahit. Tokoh itu adalah Gajah Mada dan lambang kerajaan Surya Majapahit di bagian belakang. Ia memberi judul karyanya Majapahit.

“Saya satukan kedua wajah ini. Kalau menyebut Majapahit pasti teringat Gajah Mada. Sedangkan Surya Majapahit merupakan lambang kerajaan yang bisa ditemukan di Candi Trowulan,” tuturnya sambil menunjukkan karyanya.

Sedangkan, dosen lainnya juga menampilkan karya gerabah yang menceritakan tentang Hang Tuah. Saat mengunjungi kerajaan Majapahit divisualisasikan dengan sosok Hang Tuah yang dikelilingi lambang-lambang Majapahit.

“Batik juga menjadi salah satu media ekspresi yang dipilih oleh mahasiswa mahasiswi untuk mengilustrasikan ornamen dan symbol Majapahit,” jelasnya.

Karya-karya yang dipamerkan sampai 7 Juni 2015 di HoS merupakan tugas kuliah para mahasiswa STKW serta karya pamer dosen. Para dosen tertantang untuk kolaborasi dengan anak didik mereka dalam mengekspresikan budaya lokal yang patut dilestarikan.

“Kesempatan yang diberikan House of Sampoerna pada pameran kali ini memberikan wawasan baru bagi kami dalam berkarya,” imbuhnya.

Menurut Koto, selama ini masih banyak yang kurang paham tentang Majapahit. Selain itu, diharapkan pula upaya pelestarian dan penyelematan situs-situs peninggalan Kerajaan Majapahit, yang tersebar di Trowulan pada khususnya dan daerah lain di wilayah Indonesia. Serta memberikan wadah bagi komunitas seniman yang peduli dan berkomitmen terhadap upaya pelestarian budaya Majapahit.

Source http://harianbhirawa.com http://harianbhirawa.com/2015/05/patung-mungil-brigadier-majapahit-di-hos-surabaya/
Comments
Loading...