Kerajinan Patung Rohani Di Bantul

0 175

Kerajinan Patung Rohani Di Bantul

Deretan seni kriya berupa pernik-pernik patung fiber rohani adalah keseharian yang dijumpai di rumah kerajinan patung rohani Malta The Real Icon yang lokasinya di sebelah selatan Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul.

Tempat ini milik pengusaha warga setempat Fransiskus Asisi Triatmojo. Dalam kesehariannya penampilan Triatmojo sederhana dan santai. Celana pendek dan kaus oblong adalah “baju kerja” favoritnya.

Penampilannya berubah sedikit necis kalau Tri sedang mengirim pesanan ke luar kota. Saat menemui harian Seputar Indonesia (SI),Tri hanya mengenakan kaus oblong kuning kehijauan dan celana pendek selutut warna senada. Beberapa kali telepon selulernya berdering dari konsumen maupun agen yang menanyakan perkembangan harga dan pesanannya. “Silakan masuk, kita santai saja di tengah, biar dingin,” ungkap Tri mengawali pembicaraan.

Setelah berada di ruang tengah, warga Ganjuran yang lebih dikenal dengan panggilan “Bagong Patung”itu lantas membuka cerita tentang usahanya menekuni kerajinan patung fiberglass (campuran resin dan silikon) dari awal sampai seperti sekarang.

Suami Brigita Dwi Sawitri ini memulai usaha membuat patung pada 1995. Tepatnya setelah Tri drop out (DO) sebagai mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Jurusan Seni Kriya karena tidak punya biaya kuliah. Selepas DO, Tri luntang-lantung ke sana-kemari sebelum akhirnya bekerja sebagai tukang airbrush di salah satu perajin patung fiber Lentera Yogyakarta. Namun, ia hanya menjalani pekerjaannya ini selama dua bulan. Setelah itu,Tri mencoba membuat patung fiber sendiri bermodalkan pengalaman singkat itu. Namun, belum terlintas untuk berbisnis membuat patung, hanya menyalurkan kreativitas dan hobi.

Hingga akhirnya pada 2000, Tri mulai menekuni dan merintis usaha patung fiber rohani dengan nama Malta The Real Icon. Saat mendirikanusahaini, Trihanya memilikimodal Rp400.000 dan tiga karyawan. “Idenya dulu berawal dari Gereja Ganjuran yang banyak didatangi para peziarah.Kemudian,saya mencobauntukbikinpatung- patungdan pernik-pernik dari fiber,” tuturnya. Di luar dugaan, peminat patung-patung fiber buatannya lumayan banyak. Selanjutnya bersama sang istri,Tri bahu-membahu menjalankan bisnis ini dengan berkeliling menawarkan patung fiber di gereja dan sekitarnya. Lambat laun,order pun berdatangan karena pembeli suka pada desain-desainnya.

Usaha Tri terus berkembang dan akhirnya mendapatkan kredit dari BRI.Untuk pertama kali Tri mendapatkan pinjaman modal Rp400.000. Modal ini untuk membeli kompresor seharga Rp250.000, untuk perputaran Rp100.000, dan sisanya untuk operasional. Saat itulah produk-produk Malta The Real Icon mulai membanjiri toko-toko rohani,baik yang berada di Jawa maupun luar Jawa. “Selain Yogyakarta, pelanggan produk saya ini datang dari Jakarta, Surabaya, Klaten, Manado, Flores hingga Pontianak,” kata ayah dua anak ini. Karena makin banyaknya pesanan, Tri akhirnya merekrut karyawan yang sebagian adalah tetangganya. Awalnya hanya tiga orang, kemudian menjadi 24 dan hingga sekarang jumlahnya sudah 50 orang.

Source https://economy.okezone.com https://economy.okezone.com/read/2010/03/30/22/317524/bermodal-rp400-rb-kini-omzetnya-rp80-juta-bulan
Comments
Loading...