Kerajinan Paving Blok Di Blora

0 202

Kerajinan Paving Blok Di Blora

Paving produksi pengrajin lokal di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Blora kini makin banyak diminati. Banyak warga lebih memilih hasil industri rumahan (home industri) ini untuk memperbaiki rumahnya. Mahalnya harga bahan bagunan produksi pabrik, terutama semen, menjadi salah satu alasannya. Kondisi ini diakui sejumlah pengrajin paving di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban.

Purwadi, salah seorang pengrajin mengatakan, permintaan terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, paving yang dipesan kebanyakan digunakan untuk lantai dalam rumah dan halaman. Selain lebih tahan lama, harganya juga sangat terjangkau dibandingkan material bangunan lainnya.

Bapak satu anak ini menuturkan, awalnya Ia membuat paving untuk mengisi waktu luang di saat tidak menggarap sawah. Hasilnya pun hanya digunakan untuk kebutuhan sendiri. Setelah beberapa tahun berjalan, warga di sekitar rumahnya mulai ada yang memesan. Itupun dengan jumlahnya yang tidak seberapa banyak.

Setelah melakukan beberapa kali percobaan komposisi cetakan, kegigihannya pun mulai membuahkan hasil. Pada tahun 2011 mulai banyak warga yang memesan paving kepadanya. Saat itu pula, sejumlah pengrajin yang awalnya bekerja di tempat Purwadi mulai membuka usaha serupa.

Selain paving jenis bundar dengan bentuk segi lima, para pengrajin di Desa Wado juga memproduksi batako. Namun, produksi bahan bangunan yang sering dijadikan dinding rumah ini masih terbatas jika ada pesanan. Sedangkan untuk paving jenis conblock, belum berani produksi banyak.

Purwadi mengungkapkan, di tengah makin tingginya minat warga masyarakat untuk menggunakan paving produksi lokal, sejumlah kendala justru dialami para pengrajin. Belum adanya mesin pencetak yang dimiliki, membuat mereka kesulitan untuk mengembangkan usaha rumahan (home industry) tersebut.

Source https://id-id.facebook.com https://id-id.facebook.com/208596389344700/photos/a.210383209166018.1073741829.208596389344700/357241947813476/
Comments
Loading...