Kerajinan Payung Klaten

0 441

Sejak tahun 1940 Juwiring sudah terkenal dengan kerajinan payung. Salah satunya di Dusun Gebungan Desa Kwarasen Kecamatan Juwiring Klaten Jawa Tengah. Seiring berjalannya waktu banyak pengrajin yang beralih profesi mencari pekerjaan lain. Salah satu pengrajin yang masih eksis hingga sekarang adalah milik Harjono.

Proses pembuatan payung tidaklah mudah dan cepat. Butuh beberapa tahap mulai dari penyediaan bahan hingga finishing. Harjono mengatakan bahwa dalam satu minggu biasanya menghasilkan kurang lebih 10 payung saja. Biasanya pembuatan mulai dari pengukiran dan pengecatan gagang payung, pembuatan ruji-ruji payung, penyulaman dengan menggunakan benang wol hingga pelekatan tudung payung.

Gagang payung biasanya terbuat dari kayu pohon melinjo sedangkan untuk ruji-ruji payung menggunakan bambu. Untuk payung yang ukuran besar seperti payung teduh di pinggir pantai menggunakan kayu jati agar dapat bertahan lebih lama. Kayu-kayu tersebut biasanya dipasok dari daerah setempat. Selain kayu, bahan baku lainnya yaitu kain. Kain yang digunakan bermacam-macam seperti habute, kroso, blaco, lami, mori, primis. Pada proses pengecatan kain menggunakan cat warna khusus yang tidak akan luntur apabila terkena air. Pola pengecatan juga tidak sama antara payung satu dengan yang lainnya. Hal ini yang membuat kerajinan payung sebagai kerajinan tangan yang sesungguhnya karena semua prosesnya tidak ada campur tangan mesin sama sekali.

Harga satu payung kecil biasanya dibandrol Rp 35.000,00 dan harga payung besar bisa mencapai jutaan rupiah tergantung dari ukuran dan bahan yang digunakan. Payung-payung hasil produksi di sini biasa didistribusikan di Yogyakarta, Solo, Sragen, Temanggung, Bali bahkan sampai ke luar negeri. Payung-payung ini digunakan untuk tari-tarian seperti tari luyung (lurik payung) yang berasal dari Solo. Selain itu juga digunakan untuk hiasan di hotel-hotel, dekorasi pengantin, Pura di Bali serta tempat berteduh di pantai.

Langkah pertama dalam membuat payung kertas yaitu menyediakan alat dan bahan, secara lebih jelasnya alat alat yang digunakan dalam membuat payung kertas diantaranya,

Kuas 
Untuk memoleskan lem pada bagian rangka dan kertas,
Palu
Untuk memasang gagang atau pegangan payung pada bagian rangka
Gunting
Untuk memotong kertas ketika akan di rekatkan pada bagian rangka payung

Selain peralatan tersebut sebagai alat tambahan yaitu gergaji, pisau dan penahan payung agar bisa tetap berdiri tegak.

Untuk bahan bahannya yaitu, lem kayu atau lem kertas, Kertas, Rangka payung, Gagang payung, Paku kecil, Cat atau pernis, Amplas, Benang ukuran sedang.

Setelah alat alat dan bahan bahan untuk membuat payung kertas tersedia kita mulai proses pembuatan payung kertas,

Langkah pertama 
Memasang bagian rangka dengan gagang atau pegangan payung sementara bisa dengan bambu atau kayu yang hampir sama dengan gagang/pegangan payung yang asli dengan cara di pasang pada bagian poros tengah ( bola bola ) dengan cara di beri atau di masukan sepotong bambu atau kayu agar tidak bergeser.
( foto gambar 3 )
Langkah kedua

Membentuk rangka payung sehingga menjadi sebuah payung dengan cara mengikat semua ujung jari jari payung satu persatu sehingga menjadi bulat melingkar, ( foto gambar 3 ) sepertii pada gambar di atas dan biarkan rangka payung tetap berdiri agar memudahkan dalam memasang kertas.ketika di lem

Langkah ketiga 
Melapisi lem pada bagian atas jari jari payung setelah itu memasang kertas dengan cara menempelkan kertas penutup payung setelah terlebih dulu bagian tengah kertas di lobangi dan seluruh jari jari bagian atas sudah di lumuri lem kayu atau lem kertas agar kertas tersebut menempel dengan baik.

Langkah ke empat 
Mengurut satu persatu jari jari payung agar kertas menempel dengan sempurna, kemudian menggunting bagian sisi agar rapi dan sama sisinya, melipat seluruh bagian ujung kertas sisi atau pinggir payung dengan di lem terlebih dulu seluruh bagian kertas sisi payung tersebut kemudian di rekatkan dengan cara melipatnya sehingga menutupi benang pada ujung jari jari rangka payung

  • Setelah semua langkah di atas selesai maka proses pembuatan payung kertas sudah hampir jadi, kemudian membuka pegangan sementara dan memasang gagang atau pegangan yang asli dengan cara di ukur terlebih dulu panjangnya ( di stel ) dengan cara di coba di buka dan di tutup kemudian gergaji bagian ujung pegangan yang menonjol atau lebih.
  • Selanjutnya memasang benang pengikat / hiasan jari jari bagian dalam payung ( rarawat, istilah dalam pembuatan payung ) dan finishing atau mewarnai sesuai keinginan.
  • Proses pembuatan payung kertas ini hampir sama dengan cara pembuatan payung dari bahan kain hanya perbedaanya pada memasang bagian penutupnya dan cara mengikat dan melipat bagian ujung payung kalau payung dari kain dengan cara di jahit dengan mesin jahit dan kalau kertas dengan cara di lem.
  • Pemasangan kertas sudah terpasang maka kita harus memasang kuncung bagian ujung tengah atas dan hiasan mahkota kecil yang di sebut omyok sebagai hiasan. Selain sebagai hiasan kuncung dan mahkota kecil itu berguna sebagai penutup sambungan antara bagian tengah kertas dan bagian tengah rangka payung agar kelihatan rapi dan bagus. Pada tahap ini masih di sebut payung kertas setengah jadi dan masih ada lagi tahapan atau proses penyalesaian menjadi sebuah payung kertas atau payung geulis.
Source Sentra Kerajinan Payung Klaten Juwiring, Sentra Kerajinan Payung
Comments
Loading...