Kerajinan Payung Lukis Di Kendal

0 232

Kerajinan Payung Lukis Di Kendal

Dahlan dan Mangkin terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Mangkin sibuk dengan kertas cokelat yang ia tempelkan pada jari-jari payung dari bambu, sedangkan Dahlan menata payung kertas yang sudah jadi.

Dua kakek warga kampung Ngaglik, Kutoarjo, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, ini saling bahu membahu untuk membuat sebuah payung kertas. Mereka berdua adalah generasi terakhir perajin payung kertas yang masih ada di Kendal.

Menurut Dahlan, hampir semua warga Kampung Ngaglik dulunya adalah perajin payung kertas. Namun lama kelamaan, mulai hilang seiring dengan kemajuan zaman.

Dahlan mengaku, saat ini di Ngaglik, Kaliwungu, bahkan Kendal, hanya mereka berdualah yang masih menjadi perajin payung kertas. Mereka sebenarnya juga sudah mencoba mengajarkan kepada generasi penerus, tetapi tidak ada yang tertarik. Termasuk anak mereka.

“Mungkin karena rumit dan butuh ketelitian serta kesabaran, sehingga mereka pada tidak mau. Mereka lebih memilih kerja di pabrik,“ lanjutnya.

Untuk membuat sebuah payung kertas membutuhkan waktu beberapa jam. Dirinya harus membuat jari-jari payung dari bambu dulu, kemudian merangkainya. Setelah dirangkai melingkar dengan mengikat jari bambu pakai tali, baru diberi kertas. Kertas yang dipakai adalah khusus kertas payung.

Untuk pengerjaan mengelem kertas ke jari-jari payung dari bambu ini dilakukan pada malam hari. Sebab kalau siang hari, hasilnya jelek dan daya rekatnya kurang, karena terkena panas matahari.

“Lem perekat yang kami pakai buatan sendiri, dari bahan-bahan tradisional,“ katanya.

Mangkin menjelaskan, setelah payung kertas jadi, lalu dilukis. Warna dan corak lukisannya tergantung pemesannya. Biasanya gambar hewan, daun atau bunga.

Dahlan menambahkan, mulai hilangnya payung kertas mungkin karena masyarakat sekarang sudah tidak tertarik lagi dengan peninggalan nenek moyang itu. Selain harganya lebih mahal, juga lantaran payung tersebut tidak kuat terkena air terus-menerus.

“Harga payung kertas, yang panjang jari-jari payungnya 30 sentimeter mencapai 65.000 rupiah. Untuk yang panjang jari-jarinya 40 sentimeter, harganya 75.000 rupiah dan yang 50 sentimeter 85.000 rupiah,” ujarnya.

Dahlan mengaku saat ini pihaknya hanya menerima pesanan saja, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

“Biasanya yang pesen itu para guru tari. Ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal juga pesan banyak. Katanya mau buat menari di taman mini,” akunya.

Source http://regional.kompas.com http://regional.kompas.com/read/2017/03/18/13515201/dua.kakek.ini.generasi.terakhir.pembuat.payung.kertas
Comments
Loading...