Kerajinan Peci Di Aceh

0 239

Kerajinan Peci Di Aceh

Deru mesin jahit bersahutan satu sama lain di Desa Meunasah Mesjid Teupin Punti, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. Desa itu merupakan sentral perajin peci khas Aceh. Sejumlah perajin memproduksi aneka motif peci di lokasi itu.

Salah satunya, Iwan Sunarya yang membuka usahanya sejak belasan tahun lalu. Dia memproduksi enam motif peci khas Aceh yaitu rajut Jawa, rencong, pinto Aceh, kerawang, keong dan khat. Semua motif itu memiliki pangsa pasar tersendiri di nusantara.

“Seiring kemajuan teknologi, mesin jahit semakin canggih, maka produksi pun semakin bisa kami tingkatkan. Jika tahun lalu per bulan saya produksi 800 peci, sekarang bisa 1.200 peci,” sebut Iwan Sunarya. Saat ini, peci itu dijual ke seluruh provinsi di Sumatera. Sementara untuk luar Sumatera, penjualan hanya pada acara tertentu saja.

“Biasanya orang dari dewan kerajinan daerah membeli produk kami. Lalu dibawa pada acara di dalam dan luar negeri. Kami belum memiliki akses langsung ke pembeli di luar Sumatera dan luar negeri,” sebut Iwan.

Penjualan semakin meningkat saat bulan Ramadhan tiba. Biasanya, masyarakat Aceh kerap mengganti peci jelang memasuki bulan Ramadhan. Bahkan, penjualan ke luar Aceh pun semakin meningkat saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa tersebut.

Iwan mematok harga peci dari Rp 30.000 hingga Rp 100.000 per peci. Tergantung bahan dan motif yang digunakan. “Misalnya kain dengan kualitas terbaik beledu, maka itu dijual 100 ribu rupiah per peci. Dan itu harga termahal,” terang Irwan.

Tidak jarang pula, sambung Irwan, pengunjung dari luar Aceh langsung membeli ke sentral perajin peci itu. Untuk promosi, Irwan menggunakan jejaring media sosial. “Jadi bisa juga pesan melalui akun facebook saya. Itu hikmah kemajuan teknologi,” terangnya.

Source Kerajinan Peci Di Aceh Kerajinan Peci Di Aceh
Comments
Loading...