Kerajinan Pelampung Pancing Di Bogor

0 205

Kerajinan Pelampung Pancing Di Bogor

Berawal dari hobi memancing, membuat Erwan warga Kampung Cibungbulang, RT 05/03, Desa Cimang­gu II, Kecamatan Cibungbulang, memilih membuat pelampung pancing sendiri. Kemampuannya merakit alat bantu pancing berbuah manis dengan dibukanya bisnis kerajinan pembuatan pelampung pancingan. Bahkan omzetnya hingga puluhan juta.

Sudah sepuluh tahun Erwan meng­geluti bisnis tersebut. Ia berhasil me­nemukan peluang bisnis dengan men­ciptakan pelampung pancing yang jadi kebutuhan para pemancing. Tepat di 2000, ia akhirnya membuka usaha yang dikenal dengan sebutan kumbul-kumbul dengan inovasi menggunakan bahan spon. “Orang lain banyak membuat pelampung berbahan kayu, tetapi ita menggunakan bahan spon,” ujar Icang sapaan akrab Erwan.

Menurutnya, pelampung berbahan spon yang diproduksinya banyak dicari para pemancing. Selain murah, ternyata memi­liki keunikan tersendiri. Pembuatan pelam­pung ikan tersebut dibantu 26 karyawan yang berasal dari warga sekitar. Dalam sehari ia bisa membuat 20 ribu pelampung dengan berbagai model dan ukuran. “Pelampung yang dibuat mulai dari uku­ran K3 sampai nomor 8 dan dijual ke kon­sumen dengan harga Rp70 sampai dengan Rp90 per bijinya,” bebernya.

Ia menjelaskan, untuk pembuatan pe­lampung bisa dikerjakan sendiri. Meng­ingat, pekerjaan ini diperlukan ketelitian. Proses pembuatannya dimulai dari pola, dibubut, diselang baru dikemas. Sedang­kan bahan spon dan lem dibeli dari dae­rah Bogor. “Pelampung yang dibuat dijual ke wilayah Sumatera, Kalimantan dan Malaysia,” ujar bapak tiga anak itu.

Usaha pembuatan pelampung ini sepi ketika musim kemarau. Meng­ingat musim yang memancing berku­rang dan hal ini berpengaruh terhadap omzet penjualannya. Dengan modal kejujuran dan keuletan, usaha yang dijalaninya selama sepuluh tahun itu bisa menyekolahkan ketiga anaknya. “Kita harap pemerintah daerah bisa memberi bantuan permodalan kepada para UKM untuk mengembangkan usaha,” pungkasnya.

Source http://www.metropolitan.id http://www.metropolitan.id/2016/08/dari-hobi-menghasilkan-rezeki/
Comments
Loading...