Kerajinan Perak ‘CV Silver 999’ Di Malang

0 139

Kerajinan Perak ‘CV Silver 999’ Di Malang

Keberuntungan kadang datang tanpa diduga. Hal ini seperti yang dialami Faishal Arifin yang sukses berbinis perhiasan di bawah bendera CV Silver 999 di Malang, Jawa Timur. Bisnisnya kini tak hanya merambah pasar lokal, tetapi juga menembus pasar internasional seperti Ethiopia, Kanada, Somalia, Brunei, dan sedang proses untuk masuk ke Singapura.

Kala itu, selepas lulus kuliah dari Jurusan Ekonomi Manajemen Universitas Widya Gama, Malang, tahun 2008, Faishal mencoba mencari pekerjaan. Karena sulit mendapatkan pekerjaan di Malang, ia merantau ke Kalimantan. Ternyata, di Kalimantan pun, pria kelahiran 3 Juli 1987 ini gagal diterima bekerja di perusahaan tambang batu bara dambaannya.

Tidak menyerah kembali ke kampung halaman, Faishal justru tertarik dengan kerajinan batu permata yang banyak tersebar di daerah tempat tinggalnya. Iseng-iseng ia belajar sambil mencari pengalaman untuk mengisi waktu kosong. “Ternyata, makin lama makin enak dan nyaman di hati ketika belajar perhiasan. Saya pun ada pemikiran bagaimana kalau ilmu yang saya miliki tersebut saya seriuskan di Malang,” katanya mengenang.

Berbekal ilmu dan pengalaman itulah, akhirnya ia pulang ke Malang pada Maret 2009. Mulailah ia berbisnis perhiasan kendati hanya bermodalkan gambar perhiasan dari sebuah majalah bekas yang ia beli di pasar loak. Pesanan pertama datang dari seorang ibu-ibu. Namun saat ada pesanan itu, ia malah bingung karena belum memiliki peralatan untuk membuat perhiasannya. “Akhirnya, saya teringat. Dulu ketika saya belajar di Kalimantan, saya pernah kenal orang Malang juga di sana. Dan, orang itu sudah kembali ke kampung halamannya di Kota Batu, Malang,” ungkapnya. Akhirnya, orang itu menjadi mitra bisnisnya. Dari berbagai keuntungan yang didapat, Faishal pun mulai membeli peralatan dari tukang perhiasan yang bangkrut atau mau tutup sehingga dijual murah.

Ketika pesanan semakin banyak, ia pun mulai mengembangkan social entrepreneur, yaitu melatihorang-orang desa yang mau belajar. Setelah mereka bisa, mereka pun diberi peralatan dan bahan-bahan sehingga bisa mengerjakan di rumah mereka masing-masing. Mereka menyetor produk ke Faishal. “Produk mereka yang layak akan saya ekspor,” ujarnya. Dan, memang saat itu Faishal sudah mulai memasarkan produknya ke luar negeri.

Diakuinya, untuk merambah pasar global ada tantangan yang dihadapi, yaitu tentang kepercayaan luar negeri terhadap produk Indonesia yang masih dianggap rendah. Sebagai solusinya, ia pun pada 2010 bekerja sama dengan PT Sucofindo untuk memberikan jaminan atau sertifikat bahwa produk yang dihasilkannya itu memang benar-benar sesuai dengan standarnya. “Bentuk kerja samanya, awal mulanya saya menjadi mitra binaan Sucofindo. Dengan menjadi mitra binaan, saya mendapat kemudahan untuk menyertifikatkan produk saya,” katanya.

Ia sering mendapatkan pelanggan dari luar negeri melalui berbagai pameran yang sering ia ikuti. Selain pemasaran konvensional biasa melalui gerai yang dimilikinya di Kota Malang, ia juga berpromosi secara online. Keunggulan produk perhiasan Silver 999 adalah bisa dibuat dengan mesin dan custom design, dibuat secara handmade sehingga ada unsur seni yang tinggi.

Bicara soal kinerja bisnisnya, dari tahun ke tahun omset bisnisnya terus meningkat. “Saat boomingbatu di 2015, omset meningkat hingga Rp 500-600 juta per enam bulan untuk ekspornya saja. Jadi demam batu saat itu, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga sampai ke luar negeri seperti Swiss,” ungkapnya. Omsetnya itu meningkat dibandingkan pada 2014 di mana omset ekspor saja sebesar Rp 350 juta per enam bulan. Kalau untuk dalam negeri, omsetnya sekitar Rp 150 juta per enam bulan. Dihitung per enam bulan karena kenaikan harga perak dan emas biasanya signifikan per semester.

Dalam sebulan, Silver 999 mampu menjual perak 3-4 kg, emas 0,5 -1 kg, serta paladium khusus di dalam negeri paling bagus penjualannya 0,5 kg per bulan. Sementara itu, harga produknya yang termurah dibanderol Rp 100-150 ribu seperti bros. Adapun produk paling mahal Rp 3-4 juta per unit. “Pokoknya kalau saya ikut pameran ke luar, saya banderol harga 25-30 euro. Tetapi kalau saya ekspor, paling murah US$ 4. Harganya mengikuti total berat yang dihasilkan,” ujar Faishal.

Metaraditya, pelanggan Silver 999, mengungkapkan, ia tertarik dengan produk Silver 999 karena bisa dibuat sesuai dengan permintaan pelanggan. “Jadi, uniknya adalah desainnya bisa custom dan dikombinasikan. Dari sisi harga menurut saya relatif karena produk CV Silver 999 merupakan produk handmade dan masuk dalam kategori produk seni,” ujarnya memuji. Selain itu, kualitas produknya bersertifikat dari Sucofindo yang menunjukkan kadar bahan bakunya, seperti perak, di atas standar

Source https://swa.co.id https://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/bisnis-kerajinan-perak-faishal-arifin
Comments
Loading...