Kerajinan Perak Dan Tembaga Di Demak

0 218

Kerajinan Perak Dan Tembaga Di Demak

Menjadi pilot mungkin dicita-citakan banyak anak. Meski demikian, kisah pria asal Demak ini bisa menjadi contoh lain. Adalah pria bernama Ershad seorang pilot penerbangan swasta. Namun dia pilih undur diri dari pilot dan menekuni bisnis kerajinan perhiasan berbahan perak dan tembaga. Ershad tinggal di Desa Mijen Barat RT 04 RW 01 Kecamatan Kebonagung, Demak. Ia bahkan kini memberdayakan warga sekitarnya untuk ikut memproduksi kerajinan perak dan tembaga.

“Sebelum saya jadi pilot memang sudah hobi dengan hiasan perak, baik cincin, bros, handcraft dan lain sebagainya. Saat jadi pilot pun saya juga sambil jualan ke temen, hasilnya kadang malah lebih besar dari gaji,” terangnya.

Tahun 2012 ia kemudian berhenti menjadi pilot. Sembari terus berjualan perak dan tembaga, ia kemudian berfikir untuk bisa memproduksi sendiri. Karena pesanannya semakin banyak, ia pun mengajak warga sekitar untuk memproduksi.

“Kebetulan warga terutama ibu-ibu ingin belajar. Saya hadirkan perajin dari Kotagede Yogyakarta untuk mengajarkan keterampilan kepada warga di sini. Pelatihan selama tiga bulan,” ujar Ershad.

Kemudian, untuk mengasah skill dan kualitas pengukiran logam atau tembaga, ia menggelar pelatihan tambahan selama enam bulan. Hasilnya, sejak 2013 ia sudah bisa produksi sendiri dan menerima tender pengadaan bros, lambang dan berbagai kerajinan tangan berbahan logam dan tembaga.

“Bulan ini saja ada pesanan 8.000 pcs, masih kami kejar,” imbuh pria 33 tahun tersebut.

Harga yang ditawarkan juga bervariasi tergantung dari bahan dan jenis perhiasan. Bros tembaga dipatok mulai harga Rp 5.000 untuk kerajinantangan ada yang berkisar Rp 200 ribu, hingga Rp 300 ribu. Namun ada juga produk buatannya harga mencapai puluhan juta yakni cincin berbahan emas hingga permata.

Source http://jateng.tribunnews.com http://jateng.tribunnews.com/2017/08/04/mantan-pilot-tekuni-usaha-perak-dan-tembaga-di-demak-hasilnya-bikin-melongo
Comments
Loading...