Kerajinan Peralatan Dapur Vintage Di Jakarta

0 153

Kerajinan Peralatan Dapur Vintage Di Jakarta

Berawal dari percakapan ringan itu, Saski Primasari dan Meida Damayanti mulai membangun bisnis bersama.

Kecintaannya terhadap dunia interior membuat Saski ingin menempuh pendidikan di bidang tersebut. Namun, Tuhan memiliki rencana lain sehingga Saski belum mempunyai kesempatan untuk berkuliah di bidang interior. Kemudian dia memutuskan untuk mengambil jurusan Hubungan Internasional di Bandung dan mengejar gelar master International Business di Australia.

Hal ini rupanya gak membuat Saski berhenti menyukai bidang interior. Dalam berkarir, Saski mempunyai keinginan untuk bekerja di IKEA. Setelah beberapa tahun bekerja di FedEx, akhirnya Saski mendapat kesempatan untuk menempuh karir di IKEA TRADING, Jakarta. Di sinilah Saski belajar banyak tentang dunia interior, mulai dari supply chain, produksi barang hingga mendistribusikan barang tersebut ke retail. Selain itu perjalanan bisnisnya ke Swedia, membuat dia sering berkunjung ke rumah Meida yang memang telah lama tinggal di sana sejak kuliah.

Bersahabat sejak duduk di bangku SMA dengan Meida, membuat Saski yakin bahwa Meida adalah partner yang tepat untuk menjalani bisnis. Meskipun memliki background di bidang fashion, Meida juga mempunyai kecintaan yang sama terhadap pernak-pernik rumah. Sehingga terciptalah Ruma Manis, brand yang menjual furniture pada tahun 2010. Saat itu, Saski telah memutuskan untuk resign dari IKEA setelah tiga tahun bekerja karena keinginannya untuk lebih dekat dengan suami di Surabaya.

Pada awal mula berdiri di tahun 2011, Ruma Manis menjual produk meja, kursi dan furniture rumah lainnya. Gak heran jika logonya saat itu berbentuk kursi vintage. Namun, penjualan furniture ini gak semudah yang Saski bayangkan. Kompetitor yang telah memiliki toko tentunya lebih bisa dipercaya pelanggan, dibanding brand yang hanya menjual secara online seperti Ruma Manis.

Setelah satu tahun bereskplorasi dengan produk furniture, Saski dan Meida mencoba untuk menjual pernak-pernik rumah seperti piring dan tea cup. Kebetulan mereka berdua juga termasuk pengoleksi cangkir-cangkir vintage. Dan di awal tahun 2012, ngeteh cantik sedang tren di Jakarta dan Instagram baru masuk ke Indonesia. Di situlah Saski mencoba memanfaatkan momen dan menggunakan media sosial Instagram sebagai alat pemasaran. Alhasil produknya ini laku keras hingga mampu mendatangkan 300 sampai 400 tea cup dalam 2 bulan. Ya, saat itu produk-poduk Ruma Manis belum memproduksi sendiri dan masih impor dari Amsterdam melalui Meida. Karena jalur pengiriman yang membutuhkan waktu lama, Saski harus memperhitungkan stok tersebut bisa cukup hingga 3 bulan berikutnya.

Source https://www.idntimes.com https://www.idntimes.com/life/women/rully-bunga/saski-primasari-ruma-manis-akuperempuan/full
Comments
Loading...